Showing posts with label pramudi. Show all posts
Showing posts with label pramudi. Show all posts

19.9.07

JET tidak profesional

Pemprov DKI akan Kaji Kerja Sama BLU dengan PT JET

REPUBLIKA -- Gubernur DKI Sutiyoso mengungkapkan pemerintah akan mengkaji usulan DPRD DKI yang meminta kerjasama Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta dengan PT Jakarta Ekspress Trans (JET) ditinjau ulang. Namun, di sisi lain pemerintah menghormati kontrak perjanjian antar kedua organisasi tersebut yang berakhir hingga tahun 2011.

''Kalau memang ada alasan yang pas untuk memutus hubungan kerja sama antara BLU dengan PT JET, bisa saja hal itu dilakukan,'' ujar Sutiyoso di Jakarta, Selasa (18/9). Pernyataan Sutiyoso diungkapkan menjawab pertanyaan apakah pemerintah berani mengambil sikap tegas mengevaluasi kerjasama BLU dengan PT JET. Ini terkait penilaian kinerja PT JET sudah tidak profesional. ''Akan saya cek dulu bagaimana kerja sama itu,'' tambahnya.

Kepala BLU TransJakarta, Dradjad Adyaksa, mengatakan sangat mungkin kerja sama dengan PT JET bisa diakhiri. ''Tapi kontrak kami sampai 2011, jadi kalau berhenti atau tetap lanjut setelah tahun akhir kontrak,'' paparnya. Karena itu, lanjutnya, yang mungkin bisa dilakukan saat ini adalah mengevaluasi aturan dan kebijakan yang dimiliki PT JET terhadap pramudi (sopir) dan karyawan lain.

Tindakan PT JET memecat pramudi Pupud secara sepihak menyebabkan Komisi E DPRD DKI Jakarta berang dan menganggap keputusan itu sebagai bentuk kesewenang-wenangan terhadap para pramudi dan pegawai. Komisi E bahkan mengusulkan supaya Dinas Perhubungan (Dishub) DKI mengkaji ulang kerjasama BLU dengan PT JET. Bahkan, sejumlah anggota Komisi E mendesak supaya kerjasama itu dicabut karena merugikan anggaran.

Sutiyoso juga menyayangkan tindakan PT JET yang gegabah memecat pramudi, Pupud Saripudin, hanya alasan melakukan tindakan menyalip tiga bus TransJakarta pada 20 Agustus 2007 lalu di sepanjang Halte Olimo menuju halte Harmoni (tujuan Blok M). ''Kalau cuma menyalip doang, nggak tepat dipecat. Mungkin perlu diberi peringatan dulu kecuali kalau sopirnya benar-benar brengsek,'' tutur Sutiyoso. [n zak]
more

17.9.07

Layanan dan fasilitas buruk

Penumpang Menumpuk di Halte "Busway"

[SUARA PEMBARUAN] Antusiasme warga Ibukota terhadap jasa bus transjakarta (busway), sayangnya tidak diikuti perbaikan layanan, bahkan kondisinya makin buruk. Buruknya layanan bukan hanya menyangkut keberadaan sarana- prasarana, tetapi juga lamanya waktu tunggu di halte yang berakibat pada menumpuknya calon penumpang. Akibatnya, banyak penumpang tidak terangkut di beberapa halte.

Pelayanan dan fasilitas yang buruk juga terlihat dari kualitas pelayanan karyawan yang sangat rendah dan sering bersikap kasar terhadap penumpang, kualitas halte, dan jembatan penyeberangan yang sangat kotor.

Demikian rangkuman pendapat calon penumpang yang ditemui SP di sejumlah halte di beberapa koridor busway.

Di halte Kampung Melayu dan Senen misalnya, penumpang mengeluhkan lamanya waktu tunggu dan menumpuknya calon penumpang di halte. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada saat jam-jam sibuk, namun juga di siang hari yang bukan jam sibuk. "Sering kali kami harus menunggu selama 30 menit atau lebih dengan kondisi berdesak-desakan akibat terlalu banyak calon penumpang," ujar Heru yang ditemui SP di halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (17/9) pagi.

Dia pernah mencoba naik busway di siang hari dengan harapan tidak banyak penumpang. Namun kondisinya tidak jauh berbeda dibanding pagi atau sore.

Kondisi yang paling memberatkan penumpang, menurutnya, terjadi pada sore hari, terlebih saat mayoritas penumpang sedang berpuasa. Heru menduga sedikitnya armada busway sebagai penyebab buruknya sistem pengangkutan di setiap halte.

Keluhan yang sama juga diungkapkan Ria yang biasa naik bus Transjakarta dari halte Senen (Koridor V) menuju UKI (koridor VII). Menurutnya, layanan busway saat ini hampir menyamai layanan angkutan umum lainnya yang terkenal tidak manusiawi. Kondisi berdesak-desakan tidak hanya terjadi di halte, namun juga di dalam bus. "Belum lagi gaya nyetir sopir yang sering kali ngerem mendadak membuat penumpang terombang-ambing," ujar Ria. Bahkan, menurut karyawan toko di bilangan Senen itu, di beberapa halte, seperti Pal Putih dan Salemba, banyak penumpang yang tidak terangkut, padahal mereka sudah menunggu lama. Informasi tersebut ia dapat dari pengakuan temannya yang bekerja di kawasan Kramat Raya.

Belum Memuaskan

Aktivis Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi membenarkan buruknya layanan busway saat ini. Berdasarkan penelitian YLKI, layanan busway terbukti belum memuaskan konsumen, baik petugas loket, satuan tugas, pengemudi transjakarta, kondisi bus, hingga kondisi halte. Pasalnya, mayoritas konsumen (598 responden/62,36 persen) mempunyai pengalaman buruk saat menggunakan bus transjakarta, misalnya padatnya penumpang, terutama pada jam sibuk, dan 23,15 persen (222 responden) mengeluh sering terlambat.

Kendati tidak terlalu banyak, penumpang pun mengaku merasa tidak aman dan tidak nyaman saat menggunakan busway (46 responden/4,80 persen) serta yang pernah kecopetan bahkan mengalami tindakan kriminal lain sebanyak 24 responden (2,50 persen).

"Jika sudah begini, apa bedanya busway dengan metromini atau kereta rel listrik Jabodetabek?" tanya Tulus. Keluhan konsumen terhadap kondisi halte juga sama saja. Hanya 376 responden (38,84 persen) yang menjawab kondisi halte nyaman, bersih, dan rapi, sedangkan 399 responden (41,22 persen) menyatakan kondisi halte tidak nyaman, karena halte sudah mulai rusak, tidak terawat, dan kotor, serta jembatan untuk menuju halte terlalu panjang dan berputar-putar.

Yang lebih menjengkelkan adalah perilaku pengemudi. Terbukti, 311 responden (33,15 persen) mengatakan bahwa pengemudi sering mengerem secara mendadak dan 270 responden (28,78 persen) mengatakan bahwa pengemudi sering tidak pas dalam memberhentikan bus.

Ketidaktepatan pemberhentian ini sangat membahayakan, karena penumpang bisa terperosok. Selain itu, pengemudi sering ugal-ugalan atau ngebut (55 responden/5,90 persen), mengalami kecelakaan lalu lintas (20 responden/2,13 persen), serta melanggar rambu-rambu lalu lintas (70 responden/7,04 persen). [L-11]
more

15.9.07

Puasa di Balik Kemudi TransJakarta

Namanya Neneng Hasanah. Pada hari-hari puasa seperti ini ia harus bersegera menyiapkan makanan sahur untuk anak-anaknya. Ia sendiri tak sempat menikmati makan sahurnya di rumah karena harus segera berangkat ke tempatnya bekerja.

Neneng, perempuan asli Depok itu segera menuju pool bus TransJakarta di kawasan Hek, Jakarta Timur. Setiap dinihari, pukul 03.15 WIB, dia meninggalkan rumah dan anak-anaknya menuju pool bus. Perempuan berwajah manis dengan bola mata besar itu merupakan satu dari puluhan pramudi bus TransJakarta busway koridor IV. Sehari-hari ia berada di balik kemudi yang cukup besar untuk ukuran seorang perempuan.

Tapi, Neneng tak melewatkan kewajiban puasa pada bulan Ramadhan ini. ''Saya makan sahur di pool. Semua pramudi makan sahur di pool,'' kata dia. Di rumah ia hanya sempat membangunkan puteri-puterinya untuk bersantap sahur, menemani sebentar dan kemudian berangkat kerja. Persiapan makan sahur di rumah pun menurut dia tidak repot. Jika tak sempat memasak, ia membeli makanan yang diinginkan anaknya. ''Supaya anak-anak semangat, saya tanya dulu apa yang mereka inginkan untuk makan sahur.''

Jam kerja tidak berubah. Neneng mengaku tak merasa berat menjalankan puasa dari balik kemudi. ''Pekerjaan saya memang di balik stir ini,'' katanya. Dan ia mengaku amat menikmati pekerjaannya. Hanya bedanya, jika hari-hari biasa ia banyak minum maka pada saat puasa, seharian dia tidak minum.

Neneng mengaku puasa kali ini dia lebih mudah menyiapkan makan sahur. ''Dulu sering telat dan harus selalu pasang alarm,'' kata ibu tiga anak yang masih tampak belia itu. Sekarang, kata dia, setelah terbiasa bangun dinihari untuk berangkat kerja, maka tubuhnya secara otomatis menyesuaikan. ''Pokoknya setiap jam 02.00 WIB, saya sudah pasti bangun. Tanpa pasang alarm sekalipun,'' kata dia. Neneng memang baru dua bulan menjadi pramudi TransJakarta. Sebelumnya selama lima tahun ia bekerja di perusahaan biro jasa.

Neneng mengaku sebagai pramudi perempuan, perusahaan PT JTM memberikan perlakuan khusus. Pramudi perempuan hanya bekerja pada shift pagi. Jadi mereka mulai hadir di pool pukul 04.00 WIB dan selesai bertugas rata-rata pukul 13.30-14.00 WIB. Setelah itu Neneng kembali ke rumah. Dia masih sempat menyiapkan menu buka puasa untuk keluarganya sebelum istirahat.

''Saya senang jadi pramudi. Apalagi jika bisa lolos membawa bus dari lalu lintas yang semrawut seperti di Jl Tambak dan Terminal Pulo Gadung. Rasanya seneng banget bisa lolos,'' tambah perempuan yang mengaku bisa menyetir mobil sejak usia remaja. Menurut Neneng, menjadi pramudi busway butuh perhatian ekstra.

Jalur busway sering diserobot kendaraan roda dua dan juga pejalan kaki yang menyeberang tidak pada tempatnya. ''Ini bus besar. Apalagi kalau banyak penumpang, bus tidak bisa direm mendadak.'' Sedangkan, sepeda motor dan penyeberang jalan kadang masuk jalur busway secara tiba-tiba. Karena itu, dia meminta perhatian pengguna jalan untuk menaati rambu karena bukan hanya pengendara motor atau pejalan kaki yang dirugikan tapi juga pengemudi. [tid] - REPUBLIKA
more

12.9.07

22 pramudi mogok

Tindak Tegas Pengemudi Busway yang Brengsek
Penulis: Selamat Saragih

MEDIA INDONESIA: Gubernur DKI Sutiyoso minta kepada operator dan Badan Layanan Umum (BLU) Trans-Jakarta agar mengambil tindakan tegas, bahkan pemecatan bagi pengemudi busway yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik termasuk melakukan mogok kerja.

"Saya setengah mati membangun busway. Lowongan kerja tertutup jadi terbuka dan menerima maki-makian dari orang. Eh, sopirnya macam-macam. Pecat saja. Banyak orang antre mau jadi pengemudi busway," tegas Sutiyoso di Balai Kota DKI, Rabu (12/9).

Ia mengungkapkan hal ini menanggapi mogok 22 dari 225 sopir busway koridor I Blok M-Kota. Para sopir melakukan mogok sebagai bentuk solidaritas bagi rekan kerja mereka yang dipecat dan juga menuntut kenaikkan gaji.

Sutiyoso menyayangkan kenapa harus melakukan mogok kerja hanya untuk menyampaikan solidaritas terhadap rekannya dipecat. "Apakah teman mereka itu dipecat tanpa kesalahan. Tidak mungkin. Berarti sopir-sopir yang mogok sudah siap dipecat. Kalau soal tuntutan naik gaji 40% dari Rp1.050.000 gaji pokok, itu tergantung kemampuan keuangan PT Jakarta Ekspres Trans (JET) sebagai operator koridor I," ujar Sutiyoso.

Ia menambahkan, bagi pengemudi yang berprestasi sebaiknya diberikan penghargaan. Sebaliknya, berikan sanksi berat bagi sopir brengsek dan tidak berprestasi.

Menanggapi pernyataan Sutiyoso, Wakil Presdir PT JET Darius mengatakan belum bisa mengambil keputusan. Sebab, ada tiga kriteria pelanggaran di lingkup kerja operator yakni berat, sedang, dan ringan. Pelanggaran berat bisa dipecat. Tapi Darius mengaku belum tahu mogok apa masuk kategori berat.

"Nanti kita tanya dulu ke BLU Trans-Jakarta, apakah mogok itu masuk klasifikasi pelanggaran berat," ujar Darius.

Ia juga setuju soal pemberian penghargaan bagi pengemudi berprestasi. "Kita bicarakan nanti, karena ada sistem, aturan, dan ikatan mengenai apa yang boleh dan tidak," jelasnya. (Ssr/OL-06)

Pramudi TransJakarta Jurusan Blok M-Kota Berdemo

REPUBLIKA -- Bus TransJakarta koridor I jurusan Blok M-Kota, kemarin sore (12/9) mulai pukul 15.30 WIB berangsur normal. Sebelumnya sempat tersendat lantaran para pramudi melakukan aksi demo terkait adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) salah satu rekan mereka.

Manajer Operasional Badan Layanan Umum TransJakarta, Rene Nunumete, mengatakan aksi demo sempat terjadi pada pukul 13.00-14.00 WIB sehingga operasional koridor I selama beberapa lama agak terganggu. "Saat ini sudah berangsur normal dan kami juga mengerahkan bantuan dari koridor II dan koridor III," kata Rene.

Dia membenarkan informasi tentang alasan keberatan pramudi atas keputusan PT Jakarta Ekspres Trans (JET) yang memberhentikan pramudi bernama Puput (50) dengan alasan indisipliner.

Manajer Operasional PT JET, M Hutabarat, mengatakan Puput diberhentikan karena tidak memenuhi standar operasional pelayanan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. "Kami sudah menetapkan adanya standar operasional untuk peningkatan pelayanan transportasi namun yang bersangkutan tidak memenuhi itu antara lain dengan menunjukkan cara mengemudi yang ugal-ugalan. Kami sudah berikan surat peringatan hingga akhirnya surat PHK," kata dia. Meski demikian, Hutabarat menambahkan saat ini permasalahan itu sedang dinegosiasikan antara pengemudi dan perusahaan untuk dicarikan solusi yang terbaik.

Koridor I TransJakarta yang menghubungkan terminal Blok M dengan Stasiun Kota mulai beroperasi sejak tahun 2004, disokong dengan 91 unit armada bus dan 225 pramudi.

Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan tetap melaksanakan pembangunan busway koridor 8 jurusan Lebak Bulus-Harmoni. Walaupun masih terjadi pro-kontra dengan sebagian warga Pondok Indah, Dishub DKI merencanakan akan mulai membangun tiga koridor baru termasuk koridor 8 pada akhir bulan ini.

"Pembangunan tiga koridor baru akan mulai dilaksanakan pada akhir September ini," kata Wakil Kepala Dishub DKI, Udar Pristono, Selasa (11/9). Dishub DKI merencanakan ketiga koridor baru yang akan menggenapi koridor TransJakarta yang ada dan sudah dapat dioperasikan pada awal 2008. Dengan demikian di Jakarta terdapat 10 koridor TransJakarta.
(ant/bud )


more

11.9.07

Pramudi menuntut

Tuntutan Sopir Transjakarta Dibahas Manajemen

KOMPAS - Kepala Bagian Pengendalian BLU Transjakarta Rene Nunumete tuntutan para sopir Transjakarta sedang dirapatkan oleh manajemen BLU Transjakarta. Namun, kenaikan gaji sampai 40 persen dinilai terlalu tinggi, apalagi, pendapatan mereka baru dinaikkan 10 persen awal 2007.

”Gaji pokok pramudi bus Transjakarta Rp 1,2 juta per bulan. Pendapatan mereka masih ditambahi uang makan dan transportasi Rp 50.000 per hari sehingga pendapatan total Rp 2,5 juta per bulan. Itu, kan, sudah di atas UMR,” kata Rene.

Rene mengatakan, selain menuntut kenaikan gaji karena harga sembako sedang naik, para sopir juga menuntut dipekerjakan kembali seorang rekan mereka, sesama sopir. Sopir berinisial P dikeluarkan karena mengemudi dengan kecepatan terlalu tinggi dan tidak tertib.

Mogok kerja yang dilakukan sekitar 40 pramudi Transjakarta terjadi Selasa (11/9) siang di Jakarta Selatan. Mogok kerja itu membuat calon penumpang bus Transjakarta di koridor I Blok M-Kota telantar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyesalkan aksi mogok itu karena mengganggu pelayanan. Gaji para sopir bus Transjakarta juga dinilai sudah lebih tinggi daripada para sopir bus lain.

Untuk mengangkut penumpang yang sempat telantar, BLU Transjakarta mengerahkan 12 unit bus dan sopir dari koridor II dan III ke koridor I. Para sopir reguler dan sopir cadangan dari koridor I 185 orang akan dikerahkan Rabu (12/9) agar pelayanan di koridor I kembali normal. (ECA)
more

24.7.07

Sopir-sopir angkot di busway

Kamis, 19 Juli 2007 | 18:45 | aris_batubara
TB 032 berangkat dari Dukuh Atas menuju Pulogadung,

Sopir bawa bis nya kasar, ala metro mini dan yang paling bahaya, dia seringkali menjalankan bis nya padahal pintu belum tertutup, kalo sampai ada penumpang yang celaka gimana tuh?
dan yang paling bikin gw enek banget, tuh sopir nyetel musik, padahal setau gw sopir tidak diperkenankan menyetel musik, mending kalo musiknya enak, ngedengernya aja gw pengen muntah... lagu jadul yang basi banget...
gimana nih peraturan BLUTJ, aturan yang dibuat sepertinya sudah terabaikan... [aris_batubara]

Kamis 19 Juli 2007, | 14.00 - 14.15 | Marvell Tjahjadi
JMT 013 salemba UI- Central Senen

Pramudinya bekas sopir metro mini... ampun bawa busnya... dari salemba - pal putih - sentiong - Central Senen, selalu jalan sbeelum pintu tertutup...
and pintu belakang engga pernah dibuka (buat apa kalo gitu nambah cost utnuk pintu belakang kalo engga pernah dipakai.)
gimana ini pak Richo??
beberapa kali temenku yang naik line 4 (sehubungan sedang tugas di salah satu RS di salemba) bilang pramudi line 4 itu brutal yah...??
best regards, [Marvell Tjahjadi]

Kamis, 19 Juli 2007 | 19:10 | aris_batubara
JMT 025, berangkat dari Matraman menuju Ancol

yang nyetirnya sopir biadab...
ngebut dan kasar banget, penumpang dibikin pontang-panting...
Rata-rata sopir JMT memang biadab-biadab...
BLUTJ musti evaluasi ulang para sopir biadab itu... [aris_batubara]

Jum'at, 20 Juli 2007 | 7:50 | aris_batubara
JET 084 dari Monas menuju Blok M

Pramudinya cewek, nyetirnya masih rada kasar, terutama waktu narik kopling dan nginjek rem, sepertinya masih mesti di training lagi nih...
Tapi jauh mendingan dibandingin sopir-sopir JMT...
Umumnya pramudi JET jauh lebih beradab dibandingkan sopir-sopir JMT
yang biadab-biadab.... [aris_batubara]

Senin 23 Juli 2007 | 9:31 | Duwi Suprihatin
TB 116 Kalideres - Harmoni

Pagi ini saya naik TB 116 dari Kalideres - Harmoni, sopir mengemudikan bis dengan ugal - ugalan, sering mengerem mendadak. Di setiap halte yang kami lewat sering kali dia membuka pintu saat bis masih berjalan. Kecepatan dia meyetir juga diatas 50 km/ jam, padahal informasi yang saya dengar dari Radio Comm yang dipasang disetiap armada kecepatan tidak boleh melebihi 50 km/ jam. Bahkan saat di Tomang Raya dia mengemudikan dengan kecepatan hampir 80 km/ jam, hal ini saya ketahui karena saya duduk tepat dibelakang sopir.
Yang lebih parahnya lagi saat ditikungan dan jalanan rusak sopir sama sekali tidak mengurangi kecepatan.
Regards,
Duwi


Senin 23 Juli 2007 | 7:50 (pagi) | aris_batubara
JET 005 Monas menuju Blok M

Pramudinya nyetir cukup kasar, sampai ada seorang wanita yang
berteriak marah-marah... baru setelah teriakan wanita itu si pramudi
mulai nyetir lebih halus...
yang disayangkan adalah, kenapa mengemudi dengan lembut baru dilakukan
setelah ada yang berteriak...

23 Juli 2007 | 5.45 | david chyn
JTM-004 Pulogadung ke DukuAtas2

Saya juga mau menambahkan daftar pramudi yang kurang elegan.
Pagi tadi 07/23/07 sekitar jam 5.45 JTM-004 dari Pulogadung ke DukuAtas2.
Pramudi wanitanya memberi kesan arogan. Mula-mula dia sharing dengan bangganya kepada satgas offduty, bahwa ia tidak menggunakan kacamata cylindris saat itu dan walaupun tidak melihat halte dengan jelas ia dapat menghentikan busnya tepat di pintu halte.
Kemudian dari perjalanannya yang menyimpang melalui jl Kayuputih. tak henti-hentinya ia membunyikan klakson untuk minta kendaraan lain minggir. Ia lebih sering mengemudikan busnya dengan satu tangan saja walaupun sebenarnya tangan yang lainnya tidak mengerjakan apa-apa.
Salam (dc)

Senin 23 Juli 2007 | 7:50 | aris_batubara
JMT-032(034?) Matraman menuju Ancol

Nomor Bis: terus terang saya kesulitan mendapatkan nomor bis, karena tidak seperti biasanya, kali ini tidak ada nomor bis maupun nomor telepon pengaduan yang di tempel di dalam kabin, entahlah... sengaja di lepas atau memang kelupaan nempel... tapi sekilas yang saya lihat di badan bis, kalau ga salah JMT 032 atau 034 (salah satunya)

Aroma biadab tidak terasa di bis ini, hanya saja sopirnya masih agak kasar, terutama sewaktu menginjak rem... sepertinya masih mesti ditraining lagi... [Aris]
more

29.11.05

Minat besar sopir perempuan

beritajakarta.com - Minat warga ibu kota untuk menjadi pengemudi transportasi massal modern ternyata cukup besar. Sejak lowongan menjadi pengemudi busway dibuka 17 November 2005 lalu, hingga kini tercatat sudah 13 pelamar yang mendaftar untuk mengikuti seleksi. Bahkan tiga dari pelamar tersebut bergelar sarjana.

“Respon warga ibu kota ternyata cukup besar. Hal itu dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah pelamar. Para pelamar ini akan kita seleksi untuk mendapatkan pramudi yang terbaik,” ujar Kepala BP Transjakarta Bambang Gardjito kepada wartawan, Selasa (29/11).

Selain tiga pelamar bergelar sarjana, juga ada dua pelamar berijazah diploma. Sedangkan sisanya merupakan lulusan SMA dan SMP. “Sebelumnya, BP Transjakarta, telah merekrut sembilan pengemudi perempuan. Kinerja mereka cukup bagus dan mendapat respon positif dari pelanggan. Karena itu, kita akan menambah pengemudi perempauang lagi,” ujar Kepala BP Transjakarta, Bambang Gardjito.

Dia mengatakan, setiap tahunnya akan ada tambahan pramudi perempuan baru. Ditargetkan, nantinya komposisi pramudi perempuan bisa mencapai 30 persen dari total pramudi di setiap operator.

Para pramudi akan mendapatkan gaji dan kesejahteraan yang layak. Mereka akan mendapatkan gaji di atas Rp 2,1 juta per bulan, makan, mess, dan seragam. Dengan gaji yang cukup ini, diharapkan tugas pelayanan bagi para pelanggan bisa dilaksanakan dengan sempurna.

Bagi yang berminat, bisa mengirim aplikasi lamaran ke operator PT JET di Terminal Pinang Ranti, Jakarta Timur, atau telepon (021) 8415111. Sedangkan yang berminat untuk bekerja di koridor II dan III, bisa mendaftar di PT Transbatavia bisa menghubungi nomor telepon (021) 8400923.

Ditempat terpisah, Direktur Umum dan Keuangan PT JET, Ibnu Susanto memastikan, penerimaan calon pramudi perempuan masih terbuka. “Tapi kalau yang telepon lebih dari dua puluh orang. Jadi, kalau hendak mencoba tantangan dan berkarier sebagai pramudi perempuan tentu pintu masih terbuka,” ungkap Ibnu.

Untuk PT JET, Ibnu Susanto memaparkan, pihaknya membutuhkan sekitar 30 pramudi perempuan lagi. “Usia maksimal 40 tahun. Harus sehat dan enerjik. Punya Surat Ijin Mengemudi (SIM) A, apabila telah memiliki SIM B1 lebih baik,” ungkap Ibnu.

Nantinya, para calon pramudi ini akan melewati tes tertulis, wawancara, kesehatan, hingga praktik mengemudi. “Bila lolos, selain mendapatkan pelatihan internal, para calon pramudi perempuan ini akan kita kirim ke pusat pelatihan Polri di Serpong. Bila yang belum punya SIM B1, akan kita bantu pengurusannya,” ungkap Ibnu Susanto.

Selain itu, lengkapi lamaran dengan ijazah pendidikan terakhir dan pengalaman kerja mereka. “Ini penting bagi catatan kami,” tuturnya. Khusus tes bagi para calon pramudi ini, PT JET akan menggunakan standar dari Departemen Perhubungan.
more

17.11.05

Tambah pengemudi perempuan

beritajakarta - Badan Pengelola Transjakarta Busway berencana akan menambah pengemudi perempuan. Bahkan BP Transjakarta Busway menargetkan jumlah pengemudi perempuan di perusahaan ini sebanyak 30 persen.

Karena itu, dalam waktu dekat ini operator busway koridor I Blok M-Kota, PT Jakarta Express Trans (JET) dan operator Koridor II dan III, PT TransBatavia akan segera merekrut pengemudi perempuan tambahan. “Sebelumnya, BP Transjakarta Busway, telah merekrut sembilan pengemudi perempuan. Kinerja mereka cukup bagus dan mendapat respon positif dari pelanggan. Karena itu, kita akan menambah pengemudi perempauang lagi,” ujar Kepala BP TransJakarta Busway, Bambang Gardjito.

Pengemudi perempuan ini, kata Bambang, biasanya akan dipekerjakan pada shif pagi. Selain itu Bambang berharap setiap tahun ada tambahan pengemudi perempuan baru. Ditargetkan, nantinya komposisi pramudi perempuan bisa mencapai 30 persen dari total pramudi. Selain itu, operator koridor II dan III, Pulogadung-Harmoni-Kalideres, PT TransBatavia juga sudah mulai menyiapkan calon-calon pramudi perempuan.

Direktur Umum dan Keuangan PT JET, Ibnu Susanto secara terpisah mengatakan, pihaknya telah membuka lamaran untuk calon pengemudi perempuan. Adapun persyaratan yang dibutuhkan, yaitu usia maksimal 40 tahun, sehat dan enerjik, memiliki SIM A dan lebih baik memiliki SIM B1,” kata Ibnu.

Perekrutan pengemudi ini, kata Ibnu, akan melalui beberapa tahapan seleksi, yaitu tes tertulis, wawancara, kesehatan, hingga praktik mengemudi. “Jika berhasil melewati tes ini, selain mendapatkan pelatihan internal, para calon pramudi perempuan ini akan kita kirim ke pusat pelatihan Polri di Serpong. Bila yang belum punya SIM B1, perusahaan akan membantu mengurusnya,” jelasnya.

Tes bagi para calon pramudi ini, tambah Ibnu, menggunakan standar dari Departemen Perhubungan. “Profesi pramudi bus transjakarta ini bukan profesi sembarangan. Kami sangat menghargai keahlian para pengemudi,” tegasnya. Para pramudi akan mendapatkan gaji dan kesejahteraan yang layak. Sehingga tugas pelayanan bagi para pelanggan bisa dilaksanakan dengan sempurna.

Bagi yang berminat, bisa mengirimkan aplikasi lamarannya ke PT JET di Terminal Pinang Ranti, Jakarta Timur, atau telepon (021) 8415111. Pelamar juga diminta melengkapi surat lamarannya dengan foto kopi ijazah terakhir.
more

30% wanita

TransJakarta Targetkan 30 Persen Sopir Perempuan
Kamis, 17 November 2005 | 12:13 WIB

TEMPO Interaktif - Badan Pengelola TransJakarta Busway menargetkan pengemudi perempuan mencapai 30 persen dari total pengemudi perusahaan ini.

Operator busway koridor I Blok M-Kota, PT Jakarta Express Trans (JET), dan operator Koridor II dan III Pulogadung-Harmoni-Kalideres, PT TransBatavia, akan segera menambah pengemudi perempuan.

Kinerja sembilan pengemudi perempuan yang diluncurkan pada April lalu dinilai bagus. Mereka biasanya bekerja pada shift pagi. "Cara mengemudi dan mengeremnya halus, respons pelanggan juga positif," kata Kepala Badan Pengelola TransJakarta Bambang Gardjito, Kamis (17/11).

Dia mengharapkan, setiap tahun akan ada tambahan pengemudi perempuan baru. Saat ini, dia menyatakan, Badan Pengelola akan mencari 30 pengemudi perempuan baru.

Direktur Umum dan Keuangan PT JET Ibnu Susanto menjelaskan, perusahaannya telah membuka lamaran. Syaratya, usia maksimal 40 tahun, sehat dan energik, dan punya Surat Izin Mengemudi A. "Apabila telah memiliki SIM B1 lebih baik," kata dia.

Para calon pramudi akan melewati tes tertulis, wawancara, kesehatan, hingga praktik mengemudi. Bila lolos, kata Ibnu, selain mendapatkan pelatihan internal, para calon pengemudi perempuan ini akan kita kirim ke pusat pelatihan Polri di Serpong.

Ibnu melanjutkan, bagi yang berminat, bisa mengirim aplikasi lamaran ke PT JET di Terminal Pinang Ranti, Jakarta Timur, atau telepon (021) 8415111. Selain itu, lamaran diharapkan dilengkapi juga dengan ijazah pendidikan terakhir dan pengalaman kerja mereka. [Harun Mahbub]
more

25.4.05

Perempuan jadi sopir

Kompas - SEORANG ibu rumah tangga jadi sopir bus transjakarta? Pernyataan itu terasa aneh karena pekerjaan sopir bus-apalagi di Jakarta-biasanya dikesankan sebagai pekerjaan yang keras. Dari mulut sopir mudah keluar kata-kata kasar bila ia melihat kernet kurang gesit mengambil penumpang. Bahkan, sopir kerap kebut-kebutan untuk mengejar setoran. Namun, bagi Mulyati Sujono (38) hal itu bukan masalah.

KETIKA Badan Pengelola (BP) Transjakarta membuka lowongan bagi pramudi (istilah yang digunakan pengelola bus transjakarta untuk menyebut sopir), Mulyati yang saat itu berstatus ibu rumah tangga langsung tertarik.

Dengan berbekal pengalaman pernah menjadi sopir perempuan bus pariwisata Jawa-Bali dan dump truck, ia mencoba melamar sebagai sopir transjakarta. Setelah mengikuti berbagai seleksi, akhirnya ia dinyatakan lolos bersama 11 pramudi perempuan lainnya.

"Selama dua tahun saya menjadi pengemudi bus pariwisata Jawa-Bali, kemudian berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga," kata Mulyati, yang mengaku melamar pekerjaan "mulia" itu karena tergiur dengan tawaran gaji yang dinilainya tinggi, yakni Rp 2 juta per bulan.

Alasan serupa diucapkan pramudi perempuan lainnya, Endah Sulistio (37). Mantan pemain figuran pada sebuah sinetron dan sopir dump truck itu tertarik menjadi pramudi bus transjakarta karena tawaran gaji tersebut.

Direktur Umum dan Keuangan Operator PT Jakarta Ekspress Trans Ibnu Susanto mengatakan, para pramudi mendapatkan gaji dan kesejahteraan yang layak. Yang pasti, dengan penghargaan yang layak ini, para pramudi dapat menjalankan tugas pelayanan dengan sempurna.

Saat ini BP Transjakarta mempekerjakan 140 pengemudi pria untuk mengoperasikan 60 bus di koridor Blok M-Kota. "Setiap pengemudi rata-rata diberi gaji Rp 2 juta per bulan," kata Susanto.

PERTARUNGAN partisipasi perempuan dalam pembangunan tampaknya akan semakin seru di Jakarta.

Perempuan tidak lagi sekadar menjadi ibu rumah tangga, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), dan buruh kasar, tetapi juga banyak yang menjadi tukang parkir dan kondektur bus.

Gebrakan baru muncul, perempuan menjadi sopir bus. Itulah yang terjadi pada Mulyati, Endah, dan pramudi perempuan bus transjakarta lainnya.

Tenaga perempuan diberdayakan oleh BP Transjakarta, pengelola jalur khusus bus atau busway. "Kalau dulu pengemudi bus transjakarta hanya berjenis kelamin laki-laki, tetapi terhitung Kamis, 21 April 2005, ini pramudi perempuan juga akan mengisi perjalanan masyarakat pengguna bus transjakarta," kata Kepala BP Transjakarta Irzal Z Djamal.

Memberdayakan perempuan-perempuan pengemudi itu sudah menjadi rencana lama BP Transjakarta yang telah berusia lebih dari satu tahun.

Peluncuran 12 pramudi perempuan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Akan tetapi, program itu sebagai salah satu bagian dari upaya peningkatan pelayanan kepada publik, sekaligus ingin menegaskan bahwa profesi pengemudi bus transjakarta itu mulia.

Dengan adanya pramudi perempuan, diharapkan kenyamanan dan kehalusan mengemudi lebih maksimal.

Para pramudi perempuan sebelumnya tersaring dari 23 pendaftar. Saat melamar, para calon pramudi perempuan itu cukup menunjukkan surat izin mengemudi (SIM) A.

Mereka selanjutnya akan diberikan SIM B1 untuk mengemudikan bus. Dua orang dari para pelamar itu berpendidikan sarjana, tujuh orang berpendidikan diploma, dan sisanya berijazah SMA.

Setelah mengikuti seleksi, hanya 12 pengemudi perempuan yang diterima.

COBALAH naik bus transjakarta yang dikemudikan perempuan, terasa ada perbedaan. Selain cara membawa kendaraannya terkesan halus, ia pun juga sangat berhati-hati, termasuk saat menghindari gelombang aspal dan jalan berlubang, terutama di seputaran pemberhentian bus (halte).

Tidak ada lagi penumpang yang saling bertabrakan antara satu dan lainnya ketika bus akan bersandar di halte.

Soal jalan-jalan dengan dikemudikan pramudi perempuan itu juga dirasakan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan rombongan yang ikut dalam bus transjakarta rute Blok M-Kota, Kamis siang, dalam rangka pengenalan pramudi perempuan bus transjakarta.

Sayangnya, untuk mendapat pengemudi perempuan harus sabar menunggu karena jumlahnya masih sangat terbatas.

"Pada hari pertama tiga pramudi perempuan langsung diterjunkan ke lapangan, sementara sembilan lainnya masih harus memperoleh tambahan pelatihan khusus mengemudi bus transjakarta," kata Susanto.

Terlepas dari semua itu, sebenarnya soal jenis kelamin perempuan atau laki-laki yang menjadi sopir tidaklah menjadi masalah asalkan ada jaminan keamanan dan kenyamanan. Naik bus transjakarta tidaklah seperti naik metromini, kopaja, bus reguler, atau patas AC.

Kalaupun akhirnya perempuan bisa menjadi sopir di bus transjakarta, apakah menjadi jaminan akan memberikan pelayanan yang baik dan rasa aman dan nyaman bagi penumpangnya?

Apalagi mengingat sudah lebih dari satu tahun bus transjakarta beroperasi, tetapi masih banyak kekurangan.

Sebut saja, sering terjadi penumpukan penumpang karena interval waktu tiga menit antara satu bus dan bus lainnya masih juga belum terpenuhi. Penumpang akhirnya berdesak-desakan memenuhi bus tersebut sehingga secara kasatmata bus transjakarta diminati warga. (Pingkan Elita Dundu)
more

3.1.05

Dicari: 15 Sopir Perempuan

TEMPO Interaktif, Jakarta:Operator bus Transjakarta PT Jakarta Express Trans (JET) sedang mencari sopir perempuan. Direktur Umum dan Keuangan PT JET Ibnu Susanto mengatakan, rencana perekrutan sopir ini sudah digodok tim khusus. “Kami butuh sekitar 10-15 sopir perempuan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Tempo.

Menurut Ibnu, rencana rekrutmen ini sudah lama dibahas. Bahkan, saat busway diluncurkan tahun lalu, PT JET berharap memiliki sopir perempuan. “Tapi saat itu, ada beberapa kendala. Kami berharap segera ada realisasinya tahun ini,” kata Ibnu, tanpa merinci kendala yang dimaksud.

Sopir perempuan ini harus memenuhi standar kualifikasi. “Yang penting harus sehat dan mempunyai SIM B1 umum,” kata Ibnu. Syarat lain, kandidat harus masih muda. “Maksimal 40 tahun,” ujarnya.

Selain itu, persyaratan formal juga harus disiapkan sang calon yakni, ijazah pendidikan terakhir dan pengalaman. Khusus untuk tes bagi calon sopir ini, PT JET akan menggunakan standar dari Departemen Perhubungan.

Proses rekrutmen akan melewati beberapa tahap. Pertama, tes tertulis. Calon sopir harus mempunyai pengetahuan teknik mekanik bus, selain ketrampilan mengemudi. “Pengetahuan tentang peraturan lalu lintas juga menjadi salah satu materi ujian,” katanya. Bila lulus tes ini, sederet tes lain masih menunggu, antara lain tes lapangan, tes kesehatan, dan wawancara.

Soal gaji, tidak berbeda dengan sopir busway selama ini. Mereka akan menerima gaji sebesar Rp 2.010.000. “Selain itu, kita memberikan sekali makan, juga mes untuk istirahat,” tuturnya.

Kepala Badan Pengelola (BP) TransJakarta Irzal Z Djamal menyambut baik rencana ini. Menurut Irzal, rencana perekrutan sopir perempuan ini, awalnya dilontarkan Gubernur Sutiyoso saat studi banding ke Bogota, Kolumbia. “Waktu Gubernur Sutiyoso naik, yang mengemudikan adalah mahasiswi. Cara mengemudinya tenang dan profesional,” jelas Irzal.

Bagi yang berminat, lamaran bisa dikirim ke PT JET di Jl Raya Pondok Gede Km 3 Pinangranti, Jakarta Timur, Telp. 8415111. Aplikasi ditunggu hingga akhir Januari 2005.

Multazam
more