Showing posts with label koridor3. Show all posts
Showing posts with label koridor3. Show all posts

11.9.07

Penumpang Transjakarta Sekarang Tidak Nyaman Lagi

Sekarang naik bus transjakarta sudah tidak nyaman lagi. Penyebab utamanya adalah jumlah armada yang sangat terbatas, terutama untuk koridor tiga jurusan, Kalideres, Jakarta Barat-Harmoni, Jakarta Pusat. Bus selalu penuh sesak, bahkan melebihi kapasitas yang tersedia.

Di samping itu, saya sebagai pengguna setia transjakarta melihat jalur bus khusus (busway) pada pagi hari dari Kalideres ke Grogol, Jakarta Barat, selalu dipenuhi sepeda motor. Akibatnya, arus lalu lintas menjadi tidak lancar dan semrawut. Belum lagi kalau ada kendaraan lain yang mogok di Jembatan Layang Green Garden-Pesing, Jakarta Barat, kemacetan tidak dapat dihindarkan.

Seharusnya pihak TransJakarta selaku penanggung jawab busway selalu mempersiapkan mobil derek, misalnya di daerah Pesing, sehingga kemacetan arus lalu lintas dapat diatasi.

Selain itu, busway arah balik ke Kalideres pada pukul 16.00-20.00 di Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, sampai dengan lampu lalu lintas Tomang, Jakarta Barat, sudah dipenuhi dengan kendaraan pribadi.

Apabila pada waktu normal biasa ditempuh sekitar 20 menit, pada waktu tersebut jalur Harmoni-Grogol bisa ditempuh selama 60 menit dan bahkan lebih. Apabila kondisi seperti itu tidak segera diatasi, kepercayaan warga terhadap kendaraan umum yang nyaman dan aman akan menurun sehingga kendaraan pribadi akan bertambah banyak. Akibatnya, tujuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi jumlah mobil pribadi akan gagal.

Mohon agar Pemprov DKI Jakarta segera menertibkan dan menegakkan peraturan yang benar dan tegas tanpa toleransi. Hal itu dilakukan agar nasib angkutan umum yang menjadi andalan bagi warga seperti transjakarta tidak berujung seperti angkutan massal pendahulunya, yaitu bus kota, metromini, dan kopaja.

Soeprono
Jalan Cengkareng Indah,
Jakarta Barat

KOMPAS
more

1.9.07

Pengalihan rute bus kota

Dua Koridor Beroperasi, Rute Lima Trayek Bus Kota Dialihkan

REPUBLIKA -- Terhitung mulai Senin (3/9) nanti, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan mengalihkan lima rute trayek bus kota. Kebijakan itu dilakukan Dishub menyusul telah beroperasinya bus TransJakarta Koridor II (Pulogadung-Harmoni) dan Koridor III (Harmoni-Kalideres) sejak 15 Januari 2006 lalu.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Nurachman, mengatakan, pengalihan trayek bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa angkutan di berbagai wilayah di DKI Jakarta. Apalagi, beberapa rute dapat difungsikan sebagai feeder busway. ''Ada lima rute trayek bus kota yang akan dialihkan. Sebagian rute dapat berfungsi sebagai feeder busway,'' kata Nurachman dalam surat edaran yang diterima Republika, Jumat (31/8).

Rute trayek bus kota yang dialihkan tersebut meliputi :

P7 - Bus Kota Mayasari Bakti (Pulogadung-Grogol PP);
P-7A - Mayasari Bakti (Pulogadung-Kalideres);
PAC-03 - Mayasari Bakti (Pulogadung-Kalideres);
52 - Bus PPD (Pulogadung-Pasar baru), dan
P-73 - Steady Safe (Kalideres-Tanjung Priok).

Untuk trayek Mayasari P-7, semula rutenya melalui Terminal Pulogadung-Perintis Kemerdekaan-Suprapto-Senen Raya-Veteran-Harmoni-H Ashari-Kyai Tapa-Terminal Grogol PP. Dialihkan dari Terminal Pulogadung masuk pintu Tol PRJ Kemayoran- Tol Dalam Kota-keluar pintu Tol Jembatan III-Latumenten-Kyai Tapa-Terminal Grogol PP.

Sedangkan bus Mayasari Bakti P-7A (Pulogadung-Kalideres) PP yang semula rutenya melalui Terminal Pulogadung-Jl Perintis Kemerdekaan-Jl Suprapto-Jl Senen Raya-Jl Pejambon-Jl Merdeka Timur-Jl Merdeka Utara-Jl Veteran-Harmoni-Jl H Ashari-Jl Kyai Tapa-Jl Daan Mogot-Terminal Kalideres PP, dialihkan ke Terminal Pulogadung-Jl Perintis Kemerdekaan-Jl A Yani-masuk pintu Tol Pulomas-Tol Wiyoto Wiyono- Tol Dalam Kota-keluar pintu Tol Tomang-Jl. S Parman-Jl Daan Mogot- Terminal Kalideres PP.

Pantauan di lapangan, sejumlah bus kota di jalur yang dilintasi dua koridor itu sebagian sudah mulai tak beroperasi semisal bus Mayasari P 7A. ''Soalnya, hanya kadang-kadang saja bus itu beroperasi,'' ujar Siti, warga Cilincing yang sudah tak menggunakan jasa bus tersebut sejak kehadiran busway. [zak]

Dialihkan, Trayek Bus Bersinggungan dengan TransJakarta

SINAR HARAPAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta, Senin (3/9), mengalihkan trayek angkutan umum dari Pulo Gadung-Grogol, Pulo Gadung-Kalideres, Tanjung Priok-Kalideres, Pulo Gadung-Pasar Baru dan Kalideres-Tanjung Priok yang lebih dari 50 persen bersentuhan dan bersinggungan dengan koridor II dan II TransJakarta.

Alasannya, jumlah bus yang beroperasi di sepanjang koridor II dan III sudah cukup sehingga angkutan umum lain yang bersinggungan dengan dua koridor ini dialihkan. Selama ini masih diperbolehkan beroperasi karena jumlah bus TransJakarta masih terbatas.

Kepala Dishub Jakarta Nurachman menyatakan hal itu kepada SH, Jumat (31/8) siang. Dia menjelaskan, selama ini sebenarnya sudah mulai dikurangi sejalan dengan jumlah armada TransJakarta yang dioperasikan. Sekarang, semua trayek yang bersinggungan lebih dari 50 persen harus dibersihkan karena jumlah bus yang dioperasikan di dua koridor ini sudah cukup.

Trayek yang dialihkan, P-7 PT Mayasari Bakti, semula Terminal Pulo Gadung-Jl Pahlawan Kemerdekaan-Suprapto-Senen Raya-Veteran-Harmoni-H Ashari dan Jl Kyai Tapa dan masuk Terminal Grogol, menjadi Terminal Pulo Gadung-Pahlawan Kemerdekaan-Suprapto-Tanah Tinggi Barat dan Jl Benyamin S-masuk pintu tol PRJ-tol dalam kota-keluar pintu tol Jembatan III-Jl Latumenten-Kyai Tapa dan masuk Terminal Grogol.

Trayek-P7A Mayasari Bakti Pulo Gadung-Kalideres, mulai Terminal Pulo Gadung-Pahlawan Kemerdekaan-Suprapto-Senen Raya-Pejambon-Merdeka Timur-Merdeka Utara-Veteran-Harmoni-H Ashari-Kyai Tapa-Daan Mogot dan masuk Terminal Kalideres menjadi Pulo Gadung-Pahlawan Kemerdekaan-A Yani-masuk pintu Tol Pulomas-Tol W Wiyono-tol dalam kota-keluar pintu Tol Tomang- Jl S Parman- Jl Daan Mogot dan masuk Kalideres.

Trayek PAC-03 Mayasari Bakti Pulo Gadung-Kalideres. Dari Terminal Pulo Gadung-Pahlawan Kemerdekaan-Suprapto-Senen Raya-Pejambon-Merdeka Utara-Gajah Mada-H Ashari-Kyai Tapa-Daan Mogot dan masuk Terminal Kalideres menjadi terminal Tanjung Priok-Enggano-Yos Sudarso-masuk pintu Tol Plumpang-tol dalam kota-keluar pintu Tol Jembatan III-Latumenten-Daan Mogot dan terus masuk Kalideres. (andreas piatu)
more

23.7.07

Pria 50 tahun tewas

Tersenggol Transjakarta, Satu Tewas dan Seorang Luka-luka

TEMPO Interaktif, Jakarta: Seorang pria berusia 50 tahun bernama Rahmat tewas tersenggol busway bernomor polisi B 7480 IQ ketika sedang menyeberang jalan di kilometer 12 Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Minggu (22/7) pagi. Rahmat meninggal setelah terpental sejauh 1 meter dan kepalanya membentur aspal.

Kepala Bidang Pengendali Bus Transjakarta, Rene Nunumete, menjelaskan busway pada saat itu sebenarnya sedang melaju dengan kecepatan lambat. Ketika itu di jalur busway, persis di depan bus, juga sedang melaju sebuah mobil pribadi. "Korban sedang berdiri di separator di daerah Sumur Bor. Ia jatuh setelah tersenggol bus," ujar Rene.

Sedangkan dua orang yang bersama Rahmat pada saat itu selamat karena ketika melihat busway dari arah Kalideres, mereka memutuskan berhenti dan menunggu.

Rene mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu hasil penyelidikan kepolisian. "Untuk menentukan apakah itu kelalaian sopir busway atau kelalaian korban," ujarnya.

Sementara sopir busway yang bernama Hendra, menurut Rene, hingga saat ini ditahan oleh Satuan Lalu-Lintas Polres Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan. Kendaraan busway juga diamankan di kantor polisi setempat.

Rene mengatakan pihak pengelola bus Transjakarta sudah mendatangi keluarga korban setelah kejadian. "Kami sudah mengirim petugas ke sana," ujarnya. Pihaknya juga menyerahkan bantuan biaya pemakaman untuk korban. Namun Rene mengatakan tidak mengetahui secara pasti jumlahnya.

Di lokasi bebeda, bus Transjakarta juga menyenggol seorang pelajar hingga mengalami luka-luka. Korban bernama Rohayati, pada Minggu siang sekitar pukul 11.30, itu sedang menyeberang di perlintasan busway di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Menurut petugas piket Traffic Management Center Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Ajun Inspektur Satu Kasno, saat itu Rohayati sedang berjalan dari arah utara ke selatan.

Kasno menjelaskan, Busway bernomor polisi B 7030 IE yang dikemudikan Werry Pineki sedang melaju menuju arah Pasar Minggu. Rohayati yang tinggal di desa Bangun Galih RT 05/01 saat itu menyeberang dengan tiba-tiba dan tersenggol badan bus. Korban lantas dibawa ke Rumah Sakit Setia Mitra, Pancoran, Jakarta Selatan. Belum ada keterangan apakah pengemudi busway ditahan.
more

Satu tewas dan seorang luka-luka

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Seorang pria berusia 50 tahun bernama Rahmat tewas tersenggol busway bernomor polisi B 7480 IQ ketika sedang menyeberang jalan di kilometer 12 Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Minggu (22/7) pagi. Rahmat meninggal setelah terpental sejauh 1 meter dan kepalanya membentur aspal.

Kepala Bidang Pengendali Bus Transjakarta, Rene Nunumete, menjelaskan busway pada saat itu sebenarnya sedang melaju dengan kecepatan lambat. Ketika itu di jalur busway, persis di depan bus, juga sedang melaju sebuah mobil pribadi. "Korban sedang berdiri di separator di daerah Sumur Bor. Ia jatuh setelah tersenggol bus," ujar Rene.

Sedangkan dua orang yang bersama Rahmat pada saat itu selamat karena ketika melihat busway dari arah Kalideres, mereka memutuskan berhenti dan menunggu.

Rene mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu hasil penyelidikan kepolisian. "Untuk menentukan apakah itu kelalaian sopir busway atau kelalaian korban," ujarnya.

Sementara sopir busway yang bernama Hendra, menurut Rene, hingga saat ini ditahan oleh Satuan Lalu-Lintas Polres Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan. Kendaraan busway juga diamankan di kantor polisi setempat.

Rene mengatakan pihak pengelola bus Transjakarta sudah mendatangi keluarga korban setelah kejadian. "Kami sudah mengirim petugas ke sana," ujarnya. Pihaknya juga menyerahkan bantuan biaya pemakaman untuk korban. Namun Rene mengatakan tidak mengetahui secara pasti jumlahnya.

Di lokasi bebeda, bus Transjakarta juga menyenggol seorang pelajar hingga mengalami luka-luka. Korban bernama Rohayati, pada Minggu siang sekitar pukul 11.30, itu sedang menyeberang di perlintasan busway di Ja
lan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Menurut petugas piket Traffic Management Center Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Ajun Inspektur Satu Kasno, saat itu Rohayati sedang berjalan dari arah utara ke selatan.

Kasno menjelaskan, Busway bernomor polisi B 7030 IE yang dikemudikan Werry Pineki sedang melaju menuju arah Pasar Minggu. Rohayati yang tinggal di desa Bangun Galih RT 05/01 saat itu menyeberang dengan tiba-tiba dan tersenggol badan bus. Korban lantas dibawa ke Rumah Sakit Setia Mitra, Pancoran, Jakarta Selatan. Belum ada keterangan apakah pengemudi busway ditahan. [Kartika Candra]
more

18.7.07

Max 85 orang

Pagi ini saya naik TB 082 dari Kalideres, dan sudah dipasang pengumuman max 85 orang dipintu samping sopir. Tetapi sampai di halte sumur bor 7 orang maksa masuk sekaligus padahal satgas sudah bilang : 2 orang saja bagi2 dengan halte depan.
Tetapi orang2 tersebut tidak peduli sampai akhirnya ada penumpang yang kakinya terjepit pintu dan penumpang yang diluar malah mengucapkan kata2 kotor kepada satgas.

Alhasil terjadi adu mulut antara satgas dan penumpang di halte tersebut. Kemudian penumpang di bis minta ke ibu sopir untuk segera jalan daripada terjadi ribut besar.
Untuk halte selanjutnya bu sopir memutuskan tidak mengangkut penumpang, walaupun disambut dengan teriakan para penumpang di halte2 tersebut (yah mungkin karena mereka sudah terlalu lama nunggu bus, yang datang terlambat karena jalurnya dipenuhi motor yang menyemut ...).

Sampai dengan halte Jembatan Gantung dipaksakan menaikkan 1 penumpang teapi yang terjadi tas penumpang tersebut terjepit pintu.

Yang saya heran dalam 3 hari ini (mulai hari senin), jalur di kor 3 makin parah lho... tiap pagi dan sore dipenuhi oleh kendaraan pribadi (jalur tomang) dan dipenuhi sepeda motor untuk jalur daan mogot.
Bahkan beberapa hari ini untuk sore hari di daan mogot jalur busway dipenuhi bis mayasari, kopaja dan juga angkutan plat hitam.
Lalu pada kemanakah Bapak2 polisi pengatur lalu lintas itu.........?
Untuk kemarin sore di jalur Sangaji - Tomang Raya justru Pak polisi2 yang mengarahkan mobil2 pribadi masuk jalur busway.
Apakah artinya hasil Muspida kemarin sudah tidak berlaku ya...???

Duwi Suprihatin dari suaratransjkarta
more

6.7.07

Implementasi Muspida 8


Duwi Suprihatin dari suaratransjakarta :

Yup, betul...nyatanya kemarin sore waktu lewat jalur tomang sekitar pukul 18.30 jalur busway masih dipenuhi mobil pribadi yang diarahkan polisi untuk masuk. Ditambah lagi disepanjang Daan Mogot masih dipenuhi motor yang berseliweran padahal jalur reguler ga macet loh...
Dan pagi ini Elang kuning yang saya tumpangi juga harus antre dibelakang mobil pribadi sampai dengan lampu merah cideng :((.

Dan petugas DisiHub yang selalu berjaga & menutup mobil pribadi yang mau masuk jalur busway di ujung jalan Tomang Raya kok pagi ini tak nampak satupun ya..?? :(( more

5.7.07

Implementasi Muspida 6


b2150st dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Tadi teman saya cerita, dia lewat Tomang Raya pas waktu Maghrib. Jam segitu di Tomang Raya macetnya selalu parah banget, ga bergerak. Tadi juga ga bergerak dan untuk sampai ke Taman Anggrek butuh waktu sejam.
Tapi yang membuat saya terkagum dari ceritanya dia adalah jalur busway mulai dari jalan Suryopranoto hingga Tomang Raya, ga ada satupun mobil pribadi yang masuk. Jalur busway steril. Padahal jalanan macet banget loh. Jalanan reguler ga bergerak sama sekali. Transjakartapun melaju dengan kencangnya bebas hambatan...whusssss.....
Semoga jalur busway yang steril dapat terus dipertahankan sepanjang masa. Amin.. more

Laporan situasi


Looking Destiny dari suaratransjakarta melaporkan:

Selama perbaikan jalur, jalannya Tije memang sangat terhambat. Di beberapa halte manuvernya susah sekali. Pernah saya liat di halte RSPAD, busnya ampe mundur, karena pintu bus ga pas ma pintu halte. Ini tentu makan waktu yang tidak sebentar.

Belom lagi perbaikan jalur di jalan Veteran, depan Istana Negara, lamanya minta ampun, dan macet banget. Banyak yang tersendat disitu sebelum masuk di HCB.

Tapi, ada kabar baik untuk hari ini. Katanya seluruh jalur udah mulai steril. Teman saya tadi cerita, di Tomang Raya yang biasanya parah karena mobil masuk di jalur busway, tadi ga ada satu mobil pribadipun yang masuk, walaupun Tomang Raya sangat macet dan tidak bergerak. Semoga ini bisa tetap dijaga. more

Implementasi Muspida 5


Ridwan Fauzi Rakhman dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Wuih.. kalo tertahan di Tomang Raya gara-gara mesti ngantri dengan kendaraan pribadi sangat menyebalkan sekali. Abis ngantri lama, ditambah aroma kali yang bau plus pul pres bodi di dalam busway alias penuh banged. Klimaksnya macet di Tomang Raya. Ditambah lagi ngeliat tontonan kendaraan pribadi yang nyerobot jalur busway ternyata hanya diisi satu-dua orang. Hiks.. dimana hati nurani orang -orang yang bikin jalur busway 'diperkosa' rame-rame.
Salam,
[ridwan]
more

Implementasi Muspida 4



duwi suprihatin dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Pak Ariyanto,
Kondisi di koridor 3, kemarin sore semakin parah.Pulang kantor kemarin saya jam 18.10 sudah masuk Elang Kuning sekitar pukul 18.45 saya masih tertahan di Biak disebabkan jalur tersebut dipenuhi mobil pribadi.
Setelah lampu merah Biak kita dikasih kesempatan untuk lewat jalur arus balik sampai lampu merah Cideng. Tetapi di jalur Tomang Raya kita juga harus antre dengan mobil pribadi. Alhasil Elang Kuning baru tiba di Xderes sekitar pukul 19.30, padahal biasanya perjalanan Xderes - Harmoni paling lama 1 jam.
Situasi di Daan Mogot pagi ini juga tak berubah, jalur busway masih dipenuhi motor yang menyemut.

Regards,
Duwi more

12.5.07

Penumpang Merasa Tidak Nyaman

Republika Online: Pada hari Senin (30/4) yang lalu, saya berbelanja di ITC Roxy. Setelah selesai, sekitar pukul 16.30 WIB saya pulang. Biasanya langsung naik Kopami 12 ke arah Senen kemudian dilanjutkan ke arah Lebakbulus dan turun di Buncit Raya

Untuk menghindari kemacetan, saya menggunakan jasa busway dari Jelambar dengan maksud agar dapat pulang lebih cepat walaupun harus berganti-ganti bus dan menempuh jarak yang agak jauh. Dari halte Jelambar saya begitu menikmati perjalanan sampai Harmoni. Begitu turun dan ketika akan menaiki busway yang ke arah Blok M saya harus mengikuti antrean yang begitu panjang dan dorongan dari belakang ketika busway berhenti.

Setelah menunggu sekitar 20 menit akhirnya saya dapat menaiki busway ke arah Blok M dengan berdiri dan turun di dukuh atas. Saya menghadapi masalah yang sama, harus antre berdesakan, menunggu lama, dan naik berdiri busway jurusan Pulau Gadung.

Kejadian tidak nyaman terus saya alami sampai di Pecenongan. Ketika hendak turun dan melanjutkan ke arah Ragunan, halte sudah penuh dan saya turun berdesakan dengan penumpang lain menuju arah yang sama. Setelah menunggu setengah jam, busway koridor VI yang saya tunggu tidak kunjung tiba.

Kemudian busway datang tepat behenti pada pintu yang telah dipenuhi penumpang yang akan naik, akibatnya penumpang yang akan turun tidak dapat turun karena tertahan oleh penuhnya penumpang yang antre akan naik. Hal ini membuat suasana gaduh dan keributan layaknya di pasar. Sekitar satu jam kemudian saya baru dapat menaiki busway berdesakan, berdiri, dan dengan gaya sopir lintas trans sumaterw yang ngebut dan selalu ngerem mendadak. Saya harap pihak busway memperhatikan aspek kenyamanan penumpang, sehingga kejadian ini tidak saya alami lagi.

Gozali
Jl Warung Jati RT 03/09
Kalibata, Pancoran
Jakarta Selatan 12790
more

28.4.07

Polisi Tabrak Warga di Jalur Busway

TEMPO Interaktif, Jakarta: Brigadir Dua Syarifudin, 22 tahun, anggota kepolisian Polda Metro Jaya menabrak Zulkodir, 35 tahun tahun warga Pesakih, di jalur busway depan halte Busway Pesakih, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu pagi.

Saat itu, warga Cikupa Tangerang itu sedang dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya. Di lokasi kejadian, polisi yang menunggang motor Yamaha B 6152 NTI menyenggol motor Zulkodir. "Keduanya terjatuh," kata Parma, saksi mata.

Warga yang melihat kejadian itu berusaha memberikan pertolongan. Tapi Zulkodir mengeluarkan pisau dibalik jaketnya.

Akibat kecelakaan itu, keduanya dirawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina, Kalideres. Polsek Kalideres tengah mengusut motif Zulkodir membawa senjata tajam.

Aguslia Hidayah
more

29.3.07

Lagi, Busway Tabrak Penyeberang Jalan

Kecelakaan terjadi di Jl Daan Mogot kilometer 14.

Republika Online: JAKARTA-- Lagi, armada busway menabrak penyeberang jalan di Jl Daan Mogot, Jakarta Barat. Peristiwa ini menimpa Nung (18 tahun), Selasa (28/3). Akibatnya, Nung mengalami cidera kaki dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Tarakan, Jakarta Pusat.

Kasatlantas Polres Jakarta Barat, Kompol Soenarko, mengatakan kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 07.40 WIB. "Nung menyeberang bersama dua kawannya. Temannya sudah sampai ke seberang, Nung tertinggal di jalur busway. Kaki kanannya tertabrak busway," ujar Soenarko.

Busway yang menabrak Nung dikemudikan oleh Elvira Sari Rahnadi (36). Perempuan yang pernah pula menjadi sopir angkutan kota rute Jombang-Ciledug ini, tampak gusar seusai kecelakaan itu. Saat dijumpai di Samsat (Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap) Polres Jakarta Barat di Jl Daan Mogot, Elvira mengatakan korban tak mengindahkan klakson yang telah dibunyikannya.

Kecelakaan terjadi di Jl Daan Mogot kilometer 14. "Di depan Masjid An Nur, Rawa Buaya Cengkareng," ujar Soenarko. Nung tertabrak di lajur busway arah Cengkareng menuju Grogol atau lajur busway di sisi Barat.

Nung, warga Jl Jaya II Menceng, Cengkareng Barat, merupakan korban keempat dari tiga kecelakaan di Jl Daan Mogot, dalam empat puluh hari terakhir. Kecelakaan sebelumnya terjadi pada 24 Februari dan 15 Maret lalu.

Humas PT Transjakarta selaku operator busway, Ajar Aedi, mengatakan pihaknya akan membantu biaya pengobatan korban. Dia mengatakan bahwa busway berjalan di jalurnya. Dia menambahkan, selain mengakui bahwa ruas jalan itu rawan kecelakaan, Transjakarta selalu mengingatkan pramudi untuk membunyikan klakson dan meningkatkan kehati-hatian di daerah rawan kecelakaan. Antisipasi lain adalah dengan memasang spanduk sosialiasi yang mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Dalam pantauan Republika, jalur busway koridor III yang melintasi Jl Daan Mogot, Jakarta Barat, memang rawan kecelakaan. Jarak antara satu JPO dengan JPO lainnya terlalu jauh. Demikian pula celah untuk perputaran jalan alias U turn. Akibatnya, banyak penyeberang jalan tak menyeberang di JPO yang ada. Mereka memilih menyeberang di sembarang tempat dengan meningkatkan resiko terjadi kecelakaan.

Penambahan JPO seiring beroperasinya busway hanya ada di lokasi halte busway. Itupun, di halte Rawa Buaya, tak tersedia JPO. Seorang warga setempat, Agus, mengatakan "Sekalian saja dipasang pagar, biar orang tidak menyeberang sembarangan. Jembatan penyeberangan terlalu jauh, sehingga orang malas ke sana."

Ketua Umum Masyarakat Tranportasi Indonesia (MTI), Bambang Susantono, mengatakan ketika terjadi kecelakaan yang melibatkan busway, kesalahan tak bisa ditimpakan pada busway. Sebagai bus rapid transit (BRT) alias angkutan massal yang berbasis jalan, busway sudah seharusnya mendapat prioritas.

Bambang menyoroti, permasalahannya terletak pada saat busway dioperasikan, seharusnya terintegrasi dengan moda transportasi yang lain. "Harusnya planning busway terintegrasi dengan moda transportasi lain," ujarnya.

Menurutnya, khusus lajur Jl Daan Mogot, harus diakui kurangnya fasilitas pendukung operasional busway - termasuk minimnya JPO. Permasalahan busway dan fasilitasnya, ujar Bambang, harus dikatakan Pemprov DKI Jakarta cukup kedodoran. Dia mencontohkan pembangunan Harmony Central Busway (HCB) yang tak kunjung usai sebagai salah satu bentuk kedodoran itu.

Mengenai usulan pemasangan pagar, Bambang menilai itu tak efektif selama jumlah JPO tak ditambah. "Ada maximal distance yang harus dipertimbangkan dalam pembangunan JPO.

Fakta Angka
4 orang
Korban kecelakaan ditabrak busway
more

17.1.06

Penumpang Busway Mengaku Kecewa

Penumpang harus berdesak-desakan di dalam bus.

Republika | JAKARTA -- Sehari setelah soft launching busway koridor II (Harmoni-Pulogadung) dan III (Harmoni-Kalideres), masih membingungkan calon penumpang. Terutama bagi mereka yang hendak melakukan transfer koridor. Petugas halte masih merasa kagok.
Penumpang merasa tidak nyaman dengan keberadaan busway ini. Sebab, penumpang harus berdesak-desakan di dalam bus. Sejak di Pulogadung, bus sudah dipenuhi penumpang. Hingga beberapa halte, bus tidak lagi dapat mengangkut penumpang. Calon penumpang yang sudah siap menaiki bus menjadi kecewa. Padahal mereka sudah menunggu lama untuk dapat menaiki bus ini.

Bus yang disediakan untuk koridor II sebanyak 9 buah sedangkan koridor III disediakan 14 unit bus. Keterbatasan ini menyebabkan penumpang harus menunggu cukup lama untuk dapat menaikinya. Ada pula yang beralih ke kendaraan umum lain karena didesak waktu. Penambahan 10 unit bus di koridor II dan 1 buah di koridor III tidak membuat penumpang merasa puas. Pasalnya mereka tetap harus menghabiskan waktu yang lama di halte. [source]

Bus ini membingungkan masyarakat. Selama ini mereka mengenal bus koridor I yang berwarna merah-oranye. Di televisi, mereka mengenal bus yang baru berwarna biru. Bus ini beroperasi di dua koridor terbaru. Namun karena keterbatasan bus, maka armada pada koridor I diperbantukan. Hal ini membuat orang bingung saat hendak berganti koridor. Pasalnya tidak ada petunjuk pada bus yang menyatakan arah bus tersebut.

Rencananya, pada koridor II kelak akan menggunakan warna biru. Sedangkan koridor III menggunakan warna kuning-oranye. ''Hingga April nanti sebanyak 71 bus baru dioperasikan secara bertahap,'' kata Udar Pristono, wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, seusai soft launching Ahad lalu. Warna pun berubah untuk membedakan koridor.

Nanda, warga Bekasi, menggunakan busway koridor II untuk kedua kalinya. Menurut dia, tidak lebih baik pada saat pengoperasian Ahad lalu (15/1). Ketika itu papan penunjuk halte yang disuarakan seorang wanita tidak berfungsi dengan baik. Beberapa kali penumpang bertanya, mereka sudah tiba di halte apa.

Begitupun pada hari berikutnya. Petugas belum siap. Ia harus menunggu uang kembalian pembelian tiket. Alasannya, petugas pembawa uang belum datang. Petugas lainnya pun belum memahami kebutuhan penumpang yang hendak beralih koridor. ''Informasinya tidak membuat penumpang mengerti,'' kata dia. Beberapa penumpang lain juga mengeluh karena bingung, di mana harus menyambung bus yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan.

Agar penumpang tidak membayar tiket busway berulangkali, Badan Pengelola (BP) Trans Jakarta menyediakan tiga halte transfer. Halte Monas menjadi tempat peralihan penumpang koridor I (Blok M-Kota) dan II. Kemudian Halte Pecenongan untuk peralihan pengguna koridor II dan III, sedangkan alih penumpang koridor I dan III dilakukan di Halte Sawah Besar. Pengalihan ini disebabkan oleh Harmoni Central Busway (HCB) yang masih dalam pengerjaan.

Namun ternyata pengalihan penumpang ini membuat para pengguna busway kebingungan, terutama untuk mereka yang beralih di Halte Monas. Pasalnya, halte ini terdiri dari dua halte yang terpisah. Beberapa penumpang yang telanjur turun terpaksa harus membayar kembali untuk dapat melakukan perjalanan. Mereka belum mengetahui trik yang disarankan BP. Dalam selebaran disebutkan, penumpang dari arah Pulogadung yang hendak ke Kota berhenti di Monas. Namun mereka diminta tidak ke luar dari halte melainkan meneruskannya dengan menggunakan busway arah Blok M. Kemudian turun di Halte Bank Indonesia (BI). Dari sini, mereka dapat berbalik arah menuju Kota.

"Mana saya tahu. Saya nggak terima selebarannya," ujar Mita, warga Pulogadung yang hendak menuju Mangga Dua kepada Republika, Senin (16/1). Karena telanjur ke luar halte, ia harus membayar kembali tiket busway menuju BI untuk kemudian ke Mangga Dua.

Beberapa Ruas Jalan Macet

JAKARTA-- Seiring beroperasinya busway koridor II dan koridor III, beberapa ruas jalan yang dilaluinya macet. Untuk koridor III yang menempuh rute Harmoni-Kalideres, imbas kemacetan paling parah terjadi di Perempatan Tomang, Jakarta Barat. Kawasan ini memang rawan kemacetan. Namun tidak tampak petugas yang mengatur kemacetan.

Dalam pantauan, kemacetan disebabkan beberapa faktor. Selain menyempitnya jalur akibat pengurangan jalur untuk busway, kemacetan juga diakibatkan oleh bertambahnya lampu pengaturan lalu lintas khusus untuk busway. Khusus untuk Jl Daan Mogot, kemacetan terjadi di U-turn (putaran untuk berbalik arah- red). Ini juga diakibatkan oleh pengurangan jumlah U-turn sebagai imbas keberadaan jalur busway di ruas jalan tersebut.

Seorang pemakai jalan, Totok, mengaku kemacetan yang dialaminya meningkat tajam. Warga Ciledug ini mengaku, biasanya dia menempuh rute Meruya-Tomang melalui tol, hanya 30 menit. "Hari ini (Senin, 16/1), red) jadi satu jam,'' ujarnya. Mungkin karena beroperasinya busway, menambah lama waktu berhenti di lampu merah Tomang. Kemacetan ini juga terpantau dari atas fly over yang melintas tol Kebon Jeruk. Kendaraan menuju Tomang terpantau menyemut sekitar pukul 13.00 WIB, kontras dengan arah sebaliknya.

Keluhan senada diucapkan Yayan. Dia mengaku telah merasakan peningkatan kemacetan yang parah sejak dari kawasan DPR-MPR Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dia menduga kemacetan ini dikarenakan penyempitan jalur. c35 (c34 )
more

16.1.06

Keluhkan Waktu Kedatangan Bus

JAKARTA--MIOL: Sejumlah penumpang Busway koridor II dan III mengeluhkan waktu kedatangan bus di halte-halte tempat mereka menunggu, yang mencapai rata-rata 20 menit hingga 30 menit.

Dengan interval waktu antar bus antara 20 hingga 30 menit itu, akan terjadi penumpukan penumpang baik di halte maupun di dalam bus yang pengoperasiannya diresmikan Minggu (15/1) oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

"Saya naik dari halte rusun Pulomas menuju ke Merdeka Selatan, sekitar 20 menit baru Busway datang. Karena waktu kedatangan bus yang lama itu maka terjadi penumpukan penumpang di halte hingga berjumlah 30 orang," kata Yanti, salah seorang penumpang yang sedang menunggu di halte Busway koridor II di kawasan rumah susun Pulomas Jakarta Timur, Senin. [source]

Ia menambahkan rata-rata penumpang yang menunggu itu biasanya menggunakan bus Mayasari Patas 07 dan bus Mayasari Patas AC 03 tujuan Pulogadung menuju Kalideres dengan melewati Harmoni.

Namun karena pengoperasian Busway koridor II maka kedua bus patas tersebut jalurnya dialihkan sehingga para penumpang itu harus menggunakan Busway koridor II untuk menuju kantor mereka yang rata-rata berlokasi di Harmoni dan Gajah Mada.

"Para penumpang itu rata-rata protes karena waktu tempuh menjadi lama. Dari halte rusun Pulomas hingga halte Pecenongan memakan waktu satu jam. Banyak di antara mereka yang terlambat masuk kantor termasuk saya juga," katanya.

Dari pengamatan ANTARA, bahkan ketika sampai ke halte Galur, sejumlah penumpang yang tak sabar karena sudah menunggu cukup lama, memaksakan diri untuk masuk ke bus yang sudah penuh sesak karena mereka khawatir terlambat masuk kantor. Sempat terjadi selisih pendapat dengan petugas Busway meski tidak terjadi insiden lebih jauh.

Sementara itu Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, ketika dihubungi di Jakarta, Senin pagi menjelaskan pihaknya bersama dengan pihak pengelola Busway koridor II dan III telah menambah jumlah unit bus yang melayani kedua koridor tersebut.

"Tadi pagi sudah dioperasikan tambahan bus. Koridor II yang semula berjumlah sembilan unit menjadi 19 unit sedangkan untuk koridor III dari 14 unit menjadi 20 unit. Itu sebagai upaya mengatasi peningkatan tajam jumlah penumpang Busway kedua koridor itu," kata Pristono.

Ia menambahkan meski sempat terjadi penumpukan penumpang, namun menjelang Senin siang, kondisi itu sudah dapat sedikit teratasi dengan penambahan jumlah unit bus tersebut.

"Memang mohon maaf interval kedatangan bus pada saat 'soft launching' memang masih agak lama sekitar enam menit hingga 10 menit, nanti bila jumlah bus semakin bertambah maka interval akan semakin sedikit," ujar Pristono.

Untuk penambahan unit bus koridor II dan III pihak pengelola, menurut Pristono, sementara meminjam 25 bus koridor I hingga datangnya sejumlah bus koridor II dan III yang pada Juni 2006 direncanakan mencapai 126 unit.

"Februari nanti akan datang 25 unit, April direncanakan akan mencapai 71 unit. Jadi begitu datang akan langsung dirakit sehingga bisa dioperasikan langsung," katanya.

Meski saat ini meminjam 25 bus dari koridor I, Pristono meyakinkan operasional Busway koridor I tidak akan terganggu. Peminjaman itu hanya sebagai upaya optimalisasi unit bus yang ada.

"Koridor I memiliki 91 unit bus, rata-rata yang beroperasi setiap hari hanya 71 unit, jadi sisanya dipinjam dulu, sebagai upaya optimalisasi saja dan hanya sementara," tutur Pristono.

Pengoperasian Busway koridor I, II dan III tidak terlepas dari rencana pemerintah DKI Jakarta untuk membuat Pola Tranportasi Metropolitan (PTM).

PTM tersebut akan termasuk di dalamnya subway, monorel, dan 15 koridor Busway untuk jangka panjang. Subway nantinya akan melayani Lebak Bulus-Fatmawati hingga Sudirman dan Jalan Thamrin, sementara monorel akan menghubungkan Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Sedangkan busway akan berjumlah 15 koridor, hingga 2006 memang baru tiga koridor yang dioperasikan.

Pada 2006 rencananya dimulai juga pembangunan empat koridor Busway lainnya yaitu koridor Pulogadung-Bundaran HI, koridor Kampung Melayu-Ancol, koridor Warung Jati/Ragunan-Imam Bonjol dan koridor Kampung Rambutan-Kampung Melayu. (Ant/OL-03)
more

15.1.06

Persmian dua koridor

Dua Jalur Busway Diresmikan
Minggu, 15 Januari 2006 | 10:22 WIB

TEMPO Interaktif - Dua koridor busway diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Minggu. Jalur itu melayani rute Pulogadung-Harmoni (busway II) dan Kalideres-Harmoni (busway III).

Masyarakat umum sudah bisa mulai menggunakan jasa busway itu mulai Minggu pukul 12.00 WIB. Proses peresmian kini sedang dilakukan, termasuk dengan melakukan tur menggunakan bus berbahan bakar gas itu.

Pada April 2006, sebanyak 71 bus terdiri atas 30 bus untuk busway koridor II dan 41 bus untuk koridor III beroperasi.

Menurut Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, ini merupakan bagian dari 126 bus Trans Batavia yang ditargetkan melayani dua jalur baru itu pada akhir 2006.

Ia juga menambahkan, saat ini dikaji kemungkinan operasional busway koridor II dan III hingga pukul 24.00 WIB. TNR
more

11.1.06

Diharap bergabung dengan Transbatavia

beritajakarta | 11-01-2006 | Sebanyak 29 trayek bus kota diharapkan bisa bergabung dalam konsorsium PT Transbatavia. Sebab, para operator bus kota itu kini resah karena trayek mereka akan dihapus karena bersinggungan dengan busway koridor II dan III.
Keinginan ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda DKI Jakarta, Herry Rotty, di sela-sela Mukerda I DPD Organda, di Jakarta, Rabu (11/1).

Saat ini, kata Herry, baru empat operator bus yang bergabung dengan Transbatavia.Keempat operator itu, yaitu PPD, Steady Safe, Mayasari Bakti, dan Metro Mini. Seharusnya, lanjut Herry, angkutan lain juga diikutsertakan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

"Angkutan lain seperti Kopaja, mikrolet, Kopami Jaya, serta Koperasi Wahana Kalpika (KPK) harusnya juga ikut bergabung dengan Transbatavia," kata Herry.

Pada kesempakatan yang sama, Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan DKI Jakarta, Nurachman mengatakan, tidak tertutup kemungknan angkutan umum lainnya tersebut bergabung dengan Transbatavia. "Tapi, untuk koridor II dan III konsorsiumnya tetap Transbatavia," jelas Nurachman.

Ketika ditanya bagaimana nasib penumpang jika angkutan lain itu tidak bergabung dengan Transbatavia karena busway hanya beroperasi hingga jam 22.00 WIB, Nurachman mengatakan masalah ini sedang dikaji. “Kita akan lihat kondisi di lapangan. Masalah ini perlu pengkajian lebih dalam,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, di luar negeri transportasi masal ini beroperasi hingga pukul 24.00 WIB. Sehingga hampir tidak ada penumpang yang terlantar. Karena itu, masalah ini akan dipikirkan lebih lanjut.

Seperti diberitakan, pengoperasian busway koridor II dan koridor III secara tidak langsung akan menyebabkan pengalihan trayek sejumlah operator bus kota. Sebab, seperti koridor I dulu, ada sejumlah trayek yang akan tergusur karena bersinggungan dengan jalur busway koridor II dan koridor III. Trayek yang bersinggungan dengan busway koridor II dan III itu diperkirakan mencapai 29 trayek dengan jumlah 302 unit bus.

Namun, kata Nurachman, pengalihan trayek ini baru dilakukan setelah armada busway koridor II dan III beroperasi sepenuhnya April mendatang. “Kemungkinan operator-operator bus yang tergusur itu akan dijadikan feeder (bus penghubung-red),” ujar Nurachman.

Jumlah trayek yang bersinggungan pada koridor II dan III itu diperkirakan mencapai 50 persen hingga 100 persen. Di koridor dua terdapat 17 trayek yang dilayani 179 bus dan koridor tiga sebanyak 123 bus dengan 12 trayek. Kemungkinan besar, rute yang bersinggungan di bawah 50 persen dari dengan busway akan diubah menjadi feeder.
more

20.12.05

Koridor 2, 3 hanya 45 menit

Pulogadung-Harmoni 45 Menit dengan Busway
Selasa, 20 Desember 2005 | 16:51 WIB

TEMPO Interaktif - Sebanyak lima armada bus diturunkan dalam uji coba busway koridor II (Pulogadung-Harmoni) dan III (Kalideres-Harmoni), Selasa (20/12).

Tiga armada berbahan bakar gas dijalankan arah Pulogadung, sedang dua armada lainnya ke arah Kalideres. Gubernur DKI Sutiyoso beserta jajarannya turut dalam bus yang menuju Kalideres.

Perjalanan ujicoba dimulai dari halte Jalan Merdeka Selatan, lalu masuk Merdeka Timur. Dari Kwitang, lalu lintas di jalan reguler yang dilalui tampak macet.

Busway koridor II (Pulogadung-Harmoni) ditempuh dalam 45 menit. Waktu tempuh yang sama dibutuhkan untuk koridor III (Kalideres-Harmoni).

U. Ktistono, Wakil Ketua Dinas Perhubungan DKI, uji coba dilakukan untuk mengecek sarana busway. "Jalur yang tidak dilewati adalah jalur Veteran dan fly over Grogol karena betonnya baru dicor pekan lalu dan baru kering dua pekan kemudian," katanya.

Uji coba tidak akan dilakukan setiap hari tapi terjadwal sepekan tiga kali, yakni Senin, Rabu, dan Jumat. Uji coba yang hanya untuk perwakilan masyarakat, pemerintah provinsi, dan pers itu dilakukan sampai 15 Januari. HARUN MB
more

29.11.05

Koridor II dan III Akan Diuji Coba

29-11-2005 | beritajakarta | Meski pembangunan fisik Busway koridor II (Pulo Gadung-Harmoni) dan koridor III (Kalideres-Harmoni) masih dalam pengerjaan, namun uji coba akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan yakni pada 15 Desember 2005. Sementara louncing akan dilakukan pada 15 Januari 2006.

"Tahap uji coba akan dilakukan selama satu bulan, selama tahap uji coba masyarakat akan digratiskan," demikian dikatakan Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Theodorus Marbun kepada wartawan termasuk beritajakarta.com diruang kerjanya, Selasa (29/11).

Dikatakannya, proses pengerjaan pembangunan fisik busway koridor III (Kalideres-Harmoni) sampai saat ini sudah mencapai 80 persen dan pengerjaannya akan dipercepat sebelum tanggal 15 Desember sudah selesai untuk tahap uji coba.

Armada yang akan dioperasikan pada lounching nanti, kata Marbun, sebanyak 27 unit. Sebanyak 12 unit adalah bus baru dengan BBG (Bahan Bakar Gas) dan 15 unit lainnya pinjam pakai dari koridor I. "Saat ini baru ada 2 unit bus baru dengan BBG, dan yang lainnya sedang dalam tahap pengerjaan," ujarnya.

Bus-bus yang dipinjam pakai itu adalah bus cadangan sehingga peminjaman dijamin tidak akan mengganggu operasional di koridor I. Sedangkan bus baru diimpor dari Korea Selatan atas investasi dari konsorsium PT Transbatavia. Selain menggunakan BBG, bus baru itu menggunakan transmisi otomatis.

Selain itu, pengelola bus transjakarta juga masih memberlakukan satu tarif, meski penumpang berpindah dari satu koridor ke koridor lain. Penumpang dari Pulo Gadung yang akan ke Blok M, misalnya, tetap hanya membayar Rp 3.500. "Asal di halte Merdeka Barat penumpang itu tidak keluar," kata Marbun.

Untuk busway koridor III (Kalideres-Harmoni) Dinas Pehubungan DKI Jakarta menyiapkan 12 halte dua diantaranya didalam terminal Kalideres. Armada akan masuk terminal dan berputar kembali dan untuk tempat peristirahatan pengemudi dan parkir armada dipusatkan di pool busway yang juga dalam tahap pengerjaan di samping kantor Sudin Perhubungan Jakarta Barat.

Lebih lanjut Marbun menjelaskan, Panjang lintasan total busway II dan III sepanjang 33 km dengan rincian untuk koridor II (Pulo Gadung-Harmoni) CB: 14,3 km dan untuk koridor III (Kalideres-Harmoni) CB: 18,7 km. "Konsep pengembangan koridor direncanakan ada 40 titik pemberhentian dengan dua buah terminal akhir," ujarnya.

Untuk feeder (pendukung-red), Dinas Perhubungan akan mengusahakan trayek yang telah ada dan tidak akan menambah trayek lagi. Tapi trayek yang ada akan disesuaikan dengan armada busway.
more

18.11.05

Koridor II & III Tertunda Hingga Pertengahan Januari

beritajakarta - Rencana Pemerintah Propinsi (Pemprop) DKI Jakarta agar busway koridor II jurusan Harmoni-Pulugadung dan koridor III Harmoni-Kalderes sudah dapat beroperasi akhir Desember 2005 terpaksa tertunda. Sebab hingga kini armada bus untuk menunjang beroperasinya dua koridor tersebut belum siap.

Pengiriman 10 bus (tahap pertama-red) buatan Daewoo asal Korea Selatan baru tiba di Jakarta akhir November ini. Sedangkan Karoseri bus baru dapat selesai pada akhir Desember 2005. Akibatnya, busway yang memanfaatkan bahan bakar gas (BBG) itu baru dapat beroperasi pertengahan Januari 2006.

“Kalau armadanya belum siap, ya terpaksa ditunda dulu. Namun Paling lambat pertengahan Januari sudah dapat beroperasi,” ujar Sekretaris Daerah Pemprop DKI, Ritola Tasmaya kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (18/11).

Meski ada jaminan dari Sekda bahwa pertengahan Januari sudah dapat beroperasi, namun jumlah armada masih belum mencukupi, yaitu hanya 12 bus, termasuk dua bus tambahan yang belum lama ini diuji coba. Padahal, bus senilai Rp 1,4 miliar per unit itu, ditargetkan sebanyak 71 unit pada peluncuran pertama akhir Desember 2005.

Kemungkinan mundurnya jadwal peluncuran bus tersebut dibenarkan operator busway koridor II dan III, PT TransBatavia. Menurut Direktur PT TransBatavia Surachmat, pengiriman bus tahap kedua sebanyak 30 unit akan tiba pada akhir Desember 2005. Karoseri bus membutuhkan waktu selama sebulan, sehingga siap operasi pada akhir Januari 2006.

Kemudian disusul dnegan pengiriman tahap ketiga sebanyak 29 unit akhir Januari 2006. Dihitung dengan persiapan Karoseri selama sebulan, maka diperkirakan bus tersebut baru siap beroperasi akhir Februari 2006.

Selain masalah armada, proyek busway koridor II dan III yang menelan dana sebesar Rp 479,6 miliar itu juga terhambat masalah pengerjaan jalan, jembatan penyeberangan dan halte. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan laju inflasi menyebabkan kenaikan harga pokok dan satuan barang.

“Persoalan ini mengakibatkan sebagian proyek tertunda, termasuk busway II dan III. Tapi perpanjangan semua proyek yang tertunda itu hanya hingga April 2006. Tentunya, nilai proyek itu harus dieskalasi,” ujar Ritola menambahkan.
more