Showing posts with label feeder. Show all posts
Showing posts with label feeder. Show all posts

4.4.08

Integrasi Busway - Kereta Api

"Untuk menambah daya angkut penumpang, antara KA Jabotabek dengan busway segera diintegrasikan," demikian Gubernur Fauzi menyatakan di balai kota kemarin. Sarana penunjang dan managemen pendukung pengintegrasian itu akan dikaji bersama dengan PT Kereta Api, dari sistem tiketing, halte dengan stasiun, dan pengaturan feeder.

Saat ini, halte busway yang dapat diintegrasikan belum seluruhnya menjangkau stasiun KA. Sebab, antara halte dengan stasiun yang berada dalam satu wilayah, masih ada yang berjauhan. Namun, hal itu akan bisa diatasi seiring diperluasnya koridor busway yang direncanakan hingga 15 koridor.

Peluncuran jalur KA Blue Line masih sepi penumpang karena belum terintegrasi dengan sistem jaringan busway. Kepala Dinas Perhubungan DKI Nurachman menyatakan, pengintegrasian yang bisa direalisasikan baru empat koridor:

  • Koridor I dapat dipadukan di Stasiun Dukuh Atas serta Jakarta Kota.
  • Koridor II di Stasiun Senen dan Juanda.
  • Koridor III di Stasiun Juanda.
  • Koridor VI di Stasiun Dukuh Atas.

Koridor lain masih belum memungkinkan lantaran busway belum menjangkau seluruh stasiun. "Seperti di Jatinegara itu bisa kalau ada Koridor 12. Tanah Abang juga belum ada. Untuk Senen juga agak jauh," ujar Nurachmanterangnya .

Untuk mengantisipasinya bisa disiasati dengan penyediaan feeder, dari halte menuju stasiun dan sebaliknya.

Penggabungan tiket yang diusulkan kepada PT KA masih harus dikaji dan belum ada hasilnya. "Apakah tahun ini bisa direalisasikan, nanti menunggu tersedianya titik-titik transfer, sistem tiket, dan siapa yang membiayai," ungkapnya.

Kepala Humas PT KA Daops I Jabotabek Akhmad Sujadi menyambut baik ide Gubernur DKI Fauzi Bowo tersebut. Untuk mengintegrasikan KA dengan busway, harus dibangun sejumlah halte yang berdekatan dengan stasiun. Sebab, tidak mungkin PT KA memindah stasiun atau membangun stasiun baru jika jalur rel tidak tersedia. Sementara untuk penyatuan tiketing, tidak akan mengalami kendala lantaran untuk KA sendiri sudah diterapkan tiket elektronik. "Kalau soal harga harus dibicarakan lagi. Sebab, ini menyangkut jauh dekat rute yang ditempuh," katanya. [dari Indopos, BeritaJakarta]

more

1.9.07

Pengalihan rute bus kota

Dua Koridor Beroperasi, Rute Lima Trayek Bus Kota Dialihkan

REPUBLIKA -- Terhitung mulai Senin (3/9) nanti, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan mengalihkan lima rute trayek bus kota. Kebijakan itu dilakukan Dishub menyusul telah beroperasinya bus TransJakarta Koridor II (Pulogadung-Harmoni) dan Koridor III (Harmoni-Kalideres) sejak 15 Januari 2006 lalu.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Nurachman, mengatakan, pengalihan trayek bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa angkutan di berbagai wilayah di DKI Jakarta. Apalagi, beberapa rute dapat difungsikan sebagai feeder busway. ''Ada lima rute trayek bus kota yang akan dialihkan. Sebagian rute dapat berfungsi sebagai feeder busway,'' kata Nurachman dalam surat edaran yang diterima Republika, Jumat (31/8).

Rute trayek bus kota yang dialihkan tersebut meliputi :

P7 - Bus Kota Mayasari Bakti (Pulogadung-Grogol PP);
P-7A - Mayasari Bakti (Pulogadung-Kalideres);
PAC-03 - Mayasari Bakti (Pulogadung-Kalideres);
52 - Bus PPD (Pulogadung-Pasar baru), dan
P-73 - Steady Safe (Kalideres-Tanjung Priok).

Untuk trayek Mayasari P-7, semula rutenya melalui Terminal Pulogadung-Perintis Kemerdekaan-Suprapto-Senen Raya-Veteran-Harmoni-H Ashari-Kyai Tapa-Terminal Grogol PP. Dialihkan dari Terminal Pulogadung masuk pintu Tol PRJ Kemayoran- Tol Dalam Kota-keluar pintu Tol Jembatan III-Latumenten-Kyai Tapa-Terminal Grogol PP.

Sedangkan bus Mayasari Bakti P-7A (Pulogadung-Kalideres) PP yang semula rutenya melalui Terminal Pulogadung-Jl Perintis Kemerdekaan-Jl Suprapto-Jl Senen Raya-Jl Pejambon-Jl Merdeka Timur-Jl Merdeka Utara-Jl Veteran-Harmoni-Jl H Ashari-Jl Kyai Tapa-Jl Daan Mogot-Terminal Kalideres PP, dialihkan ke Terminal Pulogadung-Jl Perintis Kemerdekaan-Jl A Yani-masuk pintu Tol Pulomas-Tol Wiyoto Wiyono- Tol Dalam Kota-keluar pintu Tol Tomang-Jl. S Parman-Jl Daan Mogot- Terminal Kalideres PP.

Pantauan di lapangan, sejumlah bus kota di jalur yang dilintasi dua koridor itu sebagian sudah mulai tak beroperasi semisal bus Mayasari P 7A. ''Soalnya, hanya kadang-kadang saja bus itu beroperasi,'' ujar Siti, warga Cilincing yang sudah tak menggunakan jasa bus tersebut sejak kehadiran busway. [zak]

Dialihkan, Trayek Bus Bersinggungan dengan TransJakarta

SINAR HARAPAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta, Senin (3/9), mengalihkan trayek angkutan umum dari Pulo Gadung-Grogol, Pulo Gadung-Kalideres, Tanjung Priok-Kalideres, Pulo Gadung-Pasar Baru dan Kalideres-Tanjung Priok yang lebih dari 50 persen bersentuhan dan bersinggungan dengan koridor II dan II TransJakarta.

Alasannya, jumlah bus yang beroperasi di sepanjang koridor II dan III sudah cukup sehingga angkutan umum lain yang bersinggungan dengan dua koridor ini dialihkan. Selama ini masih diperbolehkan beroperasi karena jumlah bus TransJakarta masih terbatas.

Kepala Dishub Jakarta Nurachman menyatakan hal itu kepada SH, Jumat (31/8) siang. Dia menjelaskan, selama ini sebenarnya sudah mulai dikurangi sejalan dengan jumlah armada TransJakarta yang dioperasikan. Sekarang, semua trayek yang bersinggungan lebih dari 50 persen harus dibersihkan karena jumlah bus yang dioperasikan di dua koridor ini sudah cukup.

Trayek yang dialihkan, P-7 PT Mayasari Bakti, semula Terminal Pulo Gadung-Jl Pahlawan Kemerdekaan-Suprapto-Senen Raya-Veteran-Harmoni-H Ashari dan Jl Kyai Tapa dan masuk Terminal Grogol, menjadi Terminal Pulo Gadung-Pahlawan Kemerdekaan-Suprapto-Tanah Tinggi Barat dan Jl Benyamin S-masuk pintu tol PRJ-tol dalam kota-keluar pintu tol Jembatan III-Jl Latumenten-Kyai Tapa dan masuk Terminal Grogol.

Trayek-P7A Mayasari Bakti Pulo Gadung-Kalideres, mulai Terminal Pulo Gadung-Pahlawan Kemerdekaan-Suprapto-Senen Raya-Pejambon-Merdeka Timur-Merdeka Utara-Veteran-Harmoni-H Ashari-Kyai Tapa-Daan Mogot dan masuk Terminal Kalideres menjadi Pulo Gadung-Pahlawan Kemerdekaan-A Yani-masuk pintu Tol Pulomas-Tol W Wiyono-tol dalam kota-keluar pintu Tol Tomang- Jl S Parman- Jl Daan Mogot dan masuk Kalideres.

Trayek PAC-03 Mayasari Bakti Pulo Gadung-Kalideres. Dari Terminal Pulo Gadung-Pahlawan Kemerdekaan-Suprapto-Senen Raya-Pejambon-Merdeka Utara-Gajah Mada-H Ashari-Kyai Tapa-Daan Mogot dan masuk Terminal Kalideres menjadi terminal Tanjung Priok-Enggano-Yos Sudarso-masuk pintu Tol Plumpang-tol dalam kota-keluar pintu Tol Jembatan III-Latumenten-Daan Mogot dan terus masuk Kalideres. (andreas piatu)
more

14.1.04

Feeder sehari kemudian

Peluncuran Busway Tidak Bebarengan dengan Feeder
14 Januari 2004

TEMPO Interaktif - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, menyatakan peluncuran busway pada Kamis (15/1) tidak berbarengan dengan pengopersian bus pengumpan (feeder). "Besok feeder belum kita dorong ke titik-titik tersebut," ujar Sutiyoso kepada wartawan usai pemaparan tentang busway di Jakarta, Rabu (14/1).

Setiap bus pengumpan masih akan tetap berada pada jalur yang lama dan belum masuk ke koridor pengumpan. Tapi, pada 16 Januari --sehari setelah peresmian busway--seluruh bus feeder sudah akan masuk ke jalurnya masing-bus-bus pengumpan sudah beroperasi. Bus-bus feeder tersebut diambil dari bus-bus yang sejalur dengan jalur busway yaitu Blok M-Kota. Sehingga, pada peresmian busway bus-bus tersebut masih beroperasi sepanjang jalur Blok M-Kota. [Mawar Kusuma - Tempo News Room]
more

22.12.03

Feeder service downgraded

Bambang Nurbianto, The Jakarta Post, Jakarta

The Jakarta Transportation Agency has failed to fulfill its promise to provide air-conditioned and comfortable buses for the feeder services to support the busway project.
Head of the agency, Rustam Effendi, said that the feeder service buses would be taken from the ones in currently in service on 16 routes.

"The bus operators, which had earlier agreed to provide new air-conditioned, comfortable buses for the feeder services, now say they can't afford to buy new ones, so they will use the existing buses plying the same routes," he said after attending a presentation of the busway project on Friday.

A transportation expert from the University of Indonesia, Bambang Susantono, criticized the agency, saying that the administration's purpose was to encourage working people with cars to use the busway corridor from Blok M in South Jakarta to Kota in West Jakarta instead, or else the busway project would be a failure.

"Learning from other countries that have also implemented the busway, the number of private car owners shifting to the busway is not growing significantly even with the availability of good feeder services," he told The Jakarta Post by phone.

"I believe many Jakartans will still use their cars, particularly if we have poor feeder services to reach the Blok M bus terminal to get into the busway."

The city administration has aimed to reduce the number of private cars by providing busway, in which all the buses have been touted as air-conditioned and clean.

The transportation agency data shows that the number of private cars is 1.5 million, compared to 315,000 public buses.

For the initial phase, there are only 56 buses with a maximum capacity to transport 20,000 of the 60,000 commuters from Blok M to Kota everyday. The city will get 50 more buses by the middle of next year.

A passenger will be charged Rp 2,500 for a trip on the busway and must pay Rp 2,900 for the feeder services for the inner Jakarta zone and Rp 3,800 for the outer Jakarta zone.

The feeder service tickets will be sold at 16 locations in residential areas in the capital and its outskirts. Commuters who purchase a busway feeder service ticket will not be charged twice as there will be free transfers to the busway.

From one feeder service bus ticket, the busway operator will recieve Rp 1,500.

To support the implementation of the busway, the agency will also implement the new three-in-one traffic policy, in which a car must have at least three passengers while driving on that corridor, from 6:30 a.m. to 8 p.m.

The policy has been opposed by motorists. But the agency argued that it has prepared four alternative roads parallel to the busway corridor.

I-box Routes to be served by busway feeder services

1. Tangerang-Tomang-Blok M
2. Bekasi-Blok M
3. Bintaro-Blok M
4. Cibinong-Blok M
5. Warung Buncit-Blok M
6. Rawamangun-Tanah Abang
7. Grogol-Pasar Rebo
8. Pasar Minggu-Antarasari-Blok M
9. Muara Angke-Pluit-Kota
10. Kampung Melayu-Cideng
11. Lebak Bulus-Fatmawati-Blok M
12. Lebak Bulus-Blok M
13. Ciledug-Blok M
14. Tanjung Priok-Ancol-Kota
15. Pulogadung-Harmoni
16. Kali Deres-Daan Mogot-Harmoni

Source: Office of the assistant to the city secretary for development affairs
more

27.5.03

'Busway project to be operational by 2010'

Bambang Nurbianto, The Jakarta Post, Jakarta

The city administration revealed on Monday its transportation system concept -- bus rapid transit (BRT) or busway and railway -- and said it expected it to be fully operational by 2010.

The busway project, which so far only has one corridor from Blok M in South Jakarta to Kota in West Central Jakarta, will be expanded to at least 15 corridors by 2010, connecting nearly all major areas in the city. While the addition of railway tracks is expected to be implemented by 2007.

Sutanto Soehodo, a transportation consultant hired by the city administration, stressed that the main goal of the BRT-railway system was to encourage people to stop using private vehicles and instead use public transportation.

Sutanto, who is the director of the University of Indonesia's (UI) Center for Transport Study (CTS), said the concept takes into account the daily flow of people from Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi into the city center.

"Developing a transportation system without taking into account all of Greater Jakarta would be irrational as those areas are an integral part of the city," said Sutanto after explaining his concept in front of Vice Governor Fauzi Bowo on Monday.

According to Sutanto, the BRT-railway system would be supported by transfer facilities and feeder services that would serve most areas of Jakarta and its satellite cities.

The transfer facilities will be developed at a number of railway stations to convey train passengers to the busway.

Public buses will be used to transport passengers from almost all directions of the city to busway routes.

"The busway-railway system will be integrated by the feeder services and transfer facilities that will serve major parts of the city," he added.

A diagram of the transportation concept shows that eight busway corridors, namely

  • Blok M-Kota;
  • Pulo Gadung-Hotel Indonesia traffic circle;
  • Daan Mogot-Juanda;
  • Pulo Gadung-Tanah Abang;
  • Kampung Melayu-Ancol;
  • Kampung Melayu-Cideng;
  • Pasar Minggu-Manggarai;
  • and Cileduk-Cawang,
are to be developed by 2007.

While corridors to be developed from 2007 to 2010 are
  • Kampung Rambutan-Kampung Melayu;
  • Warung Jati-Menteng;
  • Tomang-Harmoni-Pasar Baru;
  • Cakung-Pulo Gebang-Kampung Melayu;
  • Senayan-Pejompongan;
  • Lebak Bulus-Kebayoran Lama;
  • Cakung-Pulo Gadung.
It also mentions supporting factors to the transportation system, including traffic restriction measures, such as road pricing, license plate-based restrictions and the three-in-one policy that may be enforced on main roads such as Sudirman, Thamrin and Rasuna Said.

Sutanto also stated that by 2020 more corridors would be developed to link Jakarta to its satellite cities.
"The development is to anticipate the high growth of commuters," said Sutanto.

Meanwhile, head of the city transportation agency Rustam Affendi said that the concept being developed by CTS could become the main reference of the development of a transportation system in the city, but additional studies could be done to enhance the concept.

Previously, assistant to the city secretary for development affairs Irzal Djamal said that the feeder services would be of a similar standard as the main corridors, which will be served by air-conditioned buses.

Irzal, who is chairman of the busway project, said that the only difference would be that there would be no special tracks for the feeder services.

The planned feeders are:
  • Bekasi-Senayan,
  • Jati Bening-Senayan,
  • Bandara-Kota,
  • Kelapa Gading-Kota,
  • Cibubur-Blok M,
  • Depok-Blok M,
  • Pondok Labu-Blok M,
  • Ciputat- Blok M,
  • Bintaro-Blok M,
  • Cileduk-Blok M,
  • BSD-National Monument (Monas),
  • Alam Sutra-Monas,
  • Kota Modern-Monas
  • and Lippo Karawaci-Monas.
more