Showing posts with label Koridor4. Show all posts
Showing posts with label Koridor4. Show all posts

15.9.07

Puasa di Balik Kemudi TransJakarta

Namanya Neneng Hasanah. Pada hari-hari puasa seperti ini ia harus bersegera menyiapkan makanan sahur untuk anak-anaknya. Ia sendiri tak sempat menikmati makan sahurnya di rumah karena harus segera berangkat ke tempatnya bekerja.

Neneng, perempuan asli Depok itu segera menuju pool bus TransJakarta di kawasan Hek, Jakarta Timur. Setiap dinihari, pukul 03.15 WIB, dia meninggalkan rumah dan anak-anaknya menuju pool bus. Perempuan berwajah manis dengan bola mata besar itu merupakan satu dari puluhan pramudi bus TransJakarta busway koridor IV. Sehari-hari ia berada di balik kemudi yang cukup besar untuk ukuran seorang perempuan.

Tapi, Neneng tak melewatkan kewajiban puasa pada bulan Ramadhan ini. ''Saya makan sahur di pool. Semua pramudi makan sahur di pool,'' kata dia. Di rumah ia hanya sempat membangunkan puteri-puterinya untuk bersantap sahur, menemani sebentar dan kemudian berangkat kerja. Persiapan makan sahur di rumah pun menurut dia tidak repot. Jika tak sempat memasak, ia membeli makanan yang diinginkan anaknya. ''Supaya anak-anak semangat, saya tanya dulu apa yang mereka inginkan untuk makan sahur.''

Jam kerja tidak berubah. Neneng mengaku tak merasa berat menjalankan puasa dari balik kemudi. ''Pekerjaan saya memang di balik stir ini,'' katanya. Dan ia mengaku amat menikmati pekerjaannya. Hanya bedanya, jika hari-hari biasa ia banyak minum maka pada saat puasa, seharian dia tidak minum.

Neneng mengaku puasa kali ini dia lebih mudah menyiapkan makan sahur. ''Dulu sering telat dan harus selalu pasang alarm,'' kata ibu tiga anak yang masih tampak belia itu. Sekarang, kata dia, setelah terbiasa bangun dinihari untuk berangkat kerja, maka tubuhnya secara otomatis menyesuaikan. ''Pokoknya setiap jam 02.00 WIB, saya sudah pasti bangun. Tanpa pasang alarm sekalipun,'' kata dia. Neneng memang baru dua bulan menjadi pramudi TransJakarta. Sebelumnya selama lima tahun ia bekerja di perusahaan biro jasa.

Neneng mengaku sebagai pramudi perempuan, perusahaan PT JTM memberikan perlakuan khusus. Pramudi perempuan hanya bekerja pada shift pagi. Jadi mereka mulai hadir di pool pukul 04.00 WIB dan selesai bertugas rata-rata pukul 13.30-14.00 WIB. Setelah itu Neneng kembali ke rumah. Dia masih sempat menyiapkan menu buka puasa untuk keluarganya sebelum istirahat.

''Saya senang jadi pramudi. Apalagi jika bisa lolos membawa bus dari lalu lintas yang semrawut seperti di Jl Tambak dan Terminal Pulo Gadung. Rasanya seneng banget bisa lolos,'' tambah perempuan yang mengaku bisa menyetir mobil sejak usia remaja. Menurut Neneng, menjadi pramudi busway butuh perhatian ekstra.

Jalur busway sering diserobot kendaraan roda dua dan juga pejalan kaki yang menyeberang tidak pada tempatnya. ''Ini bus besar. Apalagi kalau banyak penumpang, bus tidak bisa direm mendadak.'' Sedangkan, sepeda motor dan penyeberang jalan kadang masuk jalur busway secara tiba-tiba. Karena itu, dia meminta perhatian pengguna jalan untuk menaati rambu karena bukan hanya pengendara motor atau pejalan kaki yang dirugikan tapi juga pengemudi. [tid] - REPUBLIKA
more

27.7.07

Hotspot di Dukuh Atas2

Gubernur Sutiyoso kemarin meresmikan hotspot di halte Dukuh Atas2. Dengan hadirnya layanan hotspot, calon penumpang Transjakarta kini dapat menggunakan akses internet secara cuma-cuma.

Diinformasikan bahwa layanan ini tidak menggunakan dana pemerintah daerah melainkan merupakan bantuan dari provider penyedia jasa internet, U|NET dari PT Sistelindo Mitralintas. Akses cuma-cuma yang hanya berlangsung satu tahun ini bisa dimanfaatkan masyarakat umum dalam radius hingga 30 meter dari halte Dukuh Atas2.

Selain fasilitas hotspot, juga tersedia dua perangkat komputer untuk mengakses internet. Halte DukuhAtas2 dipilih sebagai proyek percontohan karena lokasinya di area pusat bisnis, di mana mampir sekitar 2.000 pengguna Transjakarta yang sebagian besar familiar dengan teknologi. Halte ini juga merupakan pertemuan jalur busway dan waterway. [foto: www.okezone.com]
more

5.7.07

Implementasi Muspida 7


Agriadi Yulianto dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Tadi pagi sktr jam 8an di sekitar pasar rumput (dr arah pulogadung),
mobil2 dan pastinya motor2 masih berseliweran di jalur busway, dan ga
ada polisi satupun.
Mirisnya lagi yg lewat jalur busway BMW 318i keluaran 2003, Honda
Accord VTiL keluaran 2003, Opel Blazer LT keluaran 2005,paling
belakang Kijang LGX 'plat aneh'. hiks hiks....
agriadi more

Koridor 4


xunarto rusli dari suaratransjakarta:

Kemaren sore, saya dari naik Koridor 4 dari Halte Pasar Pulogadung
sampai ke Dukuh Atas 2. Dan lagi lagi di depan Landmark, terdapat
2 bis Transjakarta yang ngetem di jalur busway (padahal penumpang menumpuk
di halte), sehingga bis yang saya tumpangi tidak bisa melintasi jalur tersebut dan harus
melewati jalur reguler yang pada saat itu macet sekali.

Yang lebih membuat saya dongkol, setelah bis yang saya tumpangi ini hendak
berbelok kiri ke arah halte, kedua bis Transjakarta yang ngetem di jalur
busway itu jalan, dan ikut berbelok ke arah halte. !!!@$#@*&#^&*^#@ more

4.7.07

Implementasi Muspida 3


david chyn dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Benar, ternyata Pulogadung ke TUGas itu jauh sekali.
Pagi tadi TiJe yang saya tumpangi memerlukan waktu hampir 20 menit untuk keluar dari terminal Pulogadung dan 30 menit untuk mencapai TUGas. Hanya seorang petugas dengan seragam Dishub yang mengatur kekusutan di jalur keluar terminal Pulogadung dan tidak ada seorang polantaspun di mulut terminal.
Ada juga empat atau lima orang petugas Dishub yang berdiri-diri di pertigaan pasar Pulogadung sambil memegang HT, tetapi tidak melakukan sesuatupun terhadap mikrolet dan bus ynag berhenti dan menaikkan penumpang di jalur busway.
Pada sekitar jam 18.00an, Tampak banyak polantas di sekitar Tugu Tani, dan persilangan jl. Kwitang-Kwini. tapi mereka tidak bereaksi atas penyerobotan yang dilakukan di jalur busway.
Waktu tempuh Pulogadung ke TUGas pagi ini sangat lama, tetapi tampaknya lebih lama lagi waktu tempuh keputusan dari pertemuan Muspida di Merdeka Selatan kemarin ke jalanan/jalur busway.
Salam (dc) more

Implementasi Muspida 2


yanto tri dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Halo pak Arianto,
kalo saya di koridor 4 seperti biasa tuh, ga ada yang berubah..
Dari perempatan Matraman (turunan flyover) sampai belok jalan Tambak tetap aja saingan dengan mobil motor..(walaupun pendek, tapi kan tetep ada tuh tanda dilarang masuk di atasnya..), juga jalur sebaliknya dari Tambak mau belok ke arah Matraman, klo yang ini motor yang menyemut.
Dari pertigaan menjelang Pasar Rumput, seperti biasa juga, motor yang ga mau kena macet masuk ke jalur busway dg leluasa..
Tapi entah kenapa hari ini ketemu petugas2 DisHub, tapi bukan di jalur busway...=)
memang kesepakatan siy, tp klo ga diimplementasikan, ya sama aja...=(
tri. more

24.4.07

Busway Koridor IV

Januari yang lalu saya mencoba Busway koridor IV untuk pergi dan pulang kantor. Kesimpulan saat itu, cukup manusiawi (baca: hemat) untuk pergi di pagi hari, mengerikan di sore hari. Saat ini saya hampir selalu naik busway untuk berangkat ke kantor, sampai kehilangan HP segala ;)

more more

25.1.07

Penggusuran Pedagang Kaki Lima Senen Besok Malam

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Jakarta Pusat akan menertibkan pedagang kaki lima di kawasan Pasar Senen besok malam. Penertiban dilakukan menjelang beroperasinya jalur busway Koridor IV yang melintasi kawasan itu.

Camat Senen, Hidayatullah, mengatakan penertiban akan digelar pada pukul 20.00 WIB besok. Ada 418 pedagang kaki lima di sana.

Hidayatullah mengatakan kehadiran mereka sanga mengganggu kelancaran lalu lintas di Stasiun Senen dan Jalan Gunung Sahari. Maka, jauh-jauh hari para pedagang sudah dikabari soal rencana peneribtan tersebut.

Arus lalu lintas di Jalan Gunung Sahari memang selalu macet saban hari. Para pedagang kaki lima dan penjual pakaian bekas tumpah sampai ke badan jalan. Kondisi ini kian parah setelah jalur busway dibangun.

Walbed, 40 tahun, salah seorang pedagang handuk di emperan Blok 6 Pasar Senen menolak penggusuran itu. Menurutnya aparat pemerintah tidak pernah memberikan tanggal pasti kapan pelaksanaan penertiban.

Walbed membenarkan bahwa seminggu yang lalu ada surat edaran dari Camat. "Nanti saya mau berjualan di mana?" kata ibu empat anak ini.

Hidayatullah mengatakan para pedagang untuk sementara ditempatkan di lahan kosong di RW 04 Kelurahan Senen dan Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat. Tapi itu pun tak akan dilakukan serta merta dengan penggusuran. Soalnya, perijinan untuk pemakaian lahan itu dari Pemerintah Kota Jakarta Pusat belum turun. "Pokoknya dibersihkan dulu biar lancar," katanya.

Mustafa Moses
more