Showing posts with label kecelakaan. Show all posts
Showing posts with label kecelakaan. Show all posts

29.4.09

Seorang tewas tertabrak bus Transjakarta

Sebuah bus TransJakarta menabrak 2 perempuan penumpang angkutan Kopaja. Siti Suratinah (22), salah satu perempuan naas tersebut, tewas di tempat. Sedangkan Reqian (20) terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena luka-lukanya.

Seperti dilansir situs TMC Polda Metro Jaya, Rabu (29/4/2009), bus TransJ bernopol B 7992 IX itu tengah melaju menuju Manggarai, Jakarta, Selasa (28/4/2009) sekitar pukul 22.00 WIB.

Sesampainya di dekat halte Pasar Rumput, sebuah Kopaja yang melaju di depannya berhenti secara mendadak dan menurunkan penumpang.

Suratinah dan Reqian yang baru turun dari Kopaja itu berada di jalur busway begitu turun dari angkutan. Tak ayal lagi, bus TransJ yang tengah melaju itu menabraknya mereka berdua.

Suratinah yang asal Magelang itu meninggal seketika di tempat. Sedangkan Reqian yang tinggal di Bintaro mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Agung Manggarai.[detikcom]
more

14.12.07

Safety first lah

Pentingnya Perencanaan

Para pengguna jalan di Jakarta diminta untuk lebih berhati-hati. Pembangunan jalur khusus bus yang tidak terkelola secara baik mengancam keselamatan kita.

Hanya demi mengejar target untuk selesai 15 Desember, pembangunan jalur khusus bus (busway) dilakukan secara serempak di banyak tempat. Bukan hanya meninggikan jalan, tetapi juga membangun separator.

Sepanjang pembangunan itu direncanakan secara baik, tentunya kita mendukung. Zamannya memang menuntut segala sesuatu dilakukan dengan cepat. Namun, ketika kecepatan dilakukan secara sembarangan, tentunya kita tidak bisa membenarkan. Apalagi kemudian pembangunan itu justru harus memakan korban.

Itulah yang sedang kita lihat hari-hari ini. Pembangunan jalur khusus bus dan separator yang asal-asalan di banyak tempat menjadi ancaman bagi keselamatan. Setiap hari banyak mobil, dan terutama pengendara motor, yang celaka karena menabrak separator atau tergelincir akibat permukaan jalan yang tidak rata.

Bagaimana orang tidak akan celaka kalau tidak ada peringatan yang memadai tentang pembangunan yang sedang dilakukan. Apalagi ketika malam tiba dan hujan, praktis semua itu tidak terlihat. Belum lagi cara pengerjaan proyek yang sepotong-sepotong sehingga menyulitkan orang untuk mengantisipasi karena tiba-tiba saja di jalur yang kosong ada sepenggal separator.

Sekarang tampaknya target 15 Desember pun tidak mungkin akan terkejar. Namun kerusakan sudah terjadi. Banyak warga yang sudah menjadi korban dari pembangunan busway yang sembarangan itu.

Beruntung di negeri ini banyak orang yang tidak melek hukum. Kalau di negara ini warganya melek hukum, pasti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bangkrut karena dianggap sengaja mencelakakan orang lain.

Kita tidak bermaksud untuk memanas-manasi warga yang menjadi korban untuk melakukan tuntutan hukum. Yang ingin kita lebih persoalkan adalah pentingnya untuk merumuskan sebuah perencanaan yang baik.

Dalam manajemen dikenal istilah PDCA, Plan, Do, Check, Action. Perencanaan menjadi hal penting yang pertama, karena 50 persen keberhasilan ditentukan di sana. Karena itu orang Jepang, misalnya, dikenal sangat detail dan telaten ketika membuat perencanaan.

Kita sering kali justru menganggap enteng perencanaan. Kita lebih suka jalan dulu dan baru melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan. Pengalaman pembangunan busway memberi pelajaran, akibat cara bekerja seperti itu, bukan hanya target waktu yang tidak terpenuhi, tetapi biaya yang harus dibayar jauh lebih mahal.

Coba bayangkan, untuk membangun jalur khusus bus, badan jalan yang ada menjadi terkurangi. Ketika sadar kemacetan yang terjadi, lalu dicoba melebarkan jalan. Dua kegiatan yang dilakukan bersama pada ruas yang sama jelas bukannya menyelesaikan masalah, tetapi justru semakin memacetkan jalan. Padahal, kalaupun jalur khusus bus selesai, kemacetan Jakarta tak mungkin akan terselesaikan, karena tidak mungkin ada satu moda transportasi yang bisa menyelesaikan kemacetan. Belum lagi kalau kita hitung yang mengalami kecelakaan tadi. -
TAJUK RENCANA KOMPAS more

13.12.07

Kurang rinci, kurang jeli

Polri: Bongkar Separator
Gubernur Fauzi Bowo Tegur Pelaksana Proyek

Direktur Lalu Lintas Polri merekomendasikan kepada Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membongkar semua separator atau pemisah jalur. Rekomendasi itu disampaikan berkaitan dengan maraknya kecelakaan akibat separator tersebut.

Kepala Direktorat Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Yudi Sushariyanto, Rabu (12/12), menyatakan kecelakaan akibat separator saban hari ditemui polisi lalu lintas di lapangan. Oleh sebab itu, separator busway (jalur khusus bus) sebaiknya dibongkar dan diganti dengan marka jalan saja atau mata kucing (marka jalan timbul yang bercahaya fosfor). Rekomendasi itu ditujukan terhadap delapan koridor busway.

"Tidak hanya soal separator, harapannya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji lebih menyeluruh soal faktor keamanan sistem busway. Karena ternyata kecelakaan antara bus transjakarta dan pengguna jalan lain juga cukup sering," kata Yudi.

Evaluasi kepolisian menunjukkan, separator busway selain sangat rawan menjadi penyebab kecelakaan, juga menambah keruwetan lalu lintas. Separator busway membuat fleksibilitas arus kendaraan saat macet menjadi terhambat.

Segera perbaiki

Di Balaikota DKI Jakarta, Gubernur Fauzi Bowo menyatakan telah menegur para pengelolanya. Fauzi meminta agar separator dibenahi sehingga tidak lagi mencelakakan warga.

"Separator tidak dibangun untuk mencelakakan warga sehingga perlu dilakukan perbaikan jika sampai mengakibatkan kecelakaan," kata Fauzi.

Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Budi Widiantoro mengatakan, teguran ditanggapi dengan melakukan evaluasi semua lokasi separator dan dampaknya terhadap timbulnya kecelakaan lalu lintas. Kontraktor dan konsultan perencana juga diundang untuk mengevaluasi kesalahan yang timbul sehingga kecelakaan sering terjadi.

Kesalahan itu mungkin terjadi saat proses pemasangan di lapangan. Selain itu, proses perencanaan pembangunan jalur bus khusus tidak didesain sampai detail sehingga terjadi kesalahan peletakan separator.

"Pemasangan separator seharusnya dikontrol dan diperhitungkan agar tidak memicu terjadinya kecelakaan. Jika dalam evaluasi terdapat kesalahan, konsultan perencana atau kontraktor akan ditegur," kata Budi.

Gugatan kelas

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, menyayangkan tidak jelinya pemerintah dalam melakukan perencanaan pembangunan sehingga memicu terjadinya kecelakaan. Pemerintah seharusnya melakukan uji kelayakan teknis pembangunan sebelum menjalankan proses teknis pembangunan.

"Pembangunan yang dilakukan seharusnya memberi rasa aman bagi masyarakat, baik proses maupun hasilnya. Jika hasil pembangunan ternyata membahayakan masyarakat, pemerintah dapat dianggap melakukan kelalaian yang berdampak pada kesengsaraan masyarakat," katanya.

Menurut Andrinof, semua korban kecelakaan lalu lintas dapat mengajukan gugatan bersama class action kepada pemerintah karena kerugian yang timbul sebagai dampak pembangunan. (sf/ECA/WIN) - Jakarta, Kompas
more

12.12.07

Buka tutup busway dilanjutkan

Gubernur Foke menilai pelaksanaan buka tutup busway atau Operasi Jala Jaya selama sebulan (12 November - 12 Desember) efektif dalam mengatasi kemacetan lalu lintas Ibukota.

Tiga koridor busway, koridor 8, 9 dan 10 (Lebakbulus-Harmoni, Pinangranti-Pluit, dan Cililitan-Tanjungpriok) baru akan beroperasi pada April 2008, sehinga jalur-jalurnya bisa diguakan oleh kendaraan lain.

Karenanya "saya minta Operasi Jala Raya diperpanjang, karena terbukti efektif melancarkan arus lintas di Ibukota," ungkap Fauzi Bowo hari ini saat ditemui wartawan di Balaikota. Operasi Jala Jaya merupakan salah satu cara untuk mengatur buka tutup jalur busway bagi kendaraan umum.

Mengenai separator busway yang sering membuat celaka pengguna jalan, Gubernur telah menegur pihak pengelola: "Separator dibangun bukan untuk mencelakakan, saya kira harus ada langkah untuk memperbaikinya.
Traffic Management Centre Polda Metro Jaya melaporkan hari ini saja terjadi enam kecelakaan akibat separator busway, semua terjadi di lokasi yang sama: di depan Hotel Sultan.
Separator lain yang dianggap membahayakan juga terdapat di depan Mal Artha Gading, Plumpang, Jl S. Parman dan di depan Polres Jakarta Barat.
more

25.10.07

DPRD menolak 1


DPRD Tolak Pemasangan Portal di Halte Busway

Rencana pemasangan portal otomatis di halte busway, yang digagas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, ditolak atau ditentang DPRD. Bahkan Ketua Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD Sayogo Hendrosoebroto menuding bahwa wacana itu sebagai proyek buang-buang uang.

"Rencana itu semakin jelas nuansanya cuma menciptakan proyek. Ide itu latah dan pasti akan kontraproduktif. Yang penting seharusnya bagaimana menegakkan hukum bagi pengendara mobil dan sepeda motor yang menyerobot jalur busway, bukan memasang portal. Toh mereka yang melintasi jalur busway itu cuma satu dua orang," ujar Hendrosoebroto dengan nada jengkel.

Komisi D akan menolak ide tersebut bila kelak diminta persetujuan kepada Dewan. "Jangan harap kita akan menyetujui rencana itu. Dan, saya heran, aparat Pemprov DKI itu tidak pernah memikirkan bagaimana program busway untuk pelayanan yang terbaik buat masyarakat. Seharusnya berpikir bagaimana kualitas pelayanannya terus ditingkatkan, kok justru berupaya menciptakan proyek-proyek dari keberadaan busway itu," kata Hendro.

Politisi senior dari PDIP itu mengibaratkan ide pemasangan portal tersebut memagari rumah tinggi-tinggi supaya tidak kemalingan, padahal seharusnya dijaga saja rumah itu.

"Kita ingin ada evaluasi secara menyeluruh proyek busway dari koridor I-VII. Tetapi hal itu tidak pernah dilakukan. Anehnya, Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta minta dinaikkan tarif tiketnya."

Sebelumnya diberitakan, jika beton di tengah jalur busway berguna mengganjal mobil penyeborot busway, maka motor bakal dihadang oleh portal otomatis. Portal itu naik turun seperti halnya yang terlihat di area parkir di gedung-gedung modern.

Kasubdis Teknis Lalu Lintas Jalan Dishub DKI Jakarta, M Akbar, Selasa (23/10) lalu mengatakan, portal itu akan dipasang di setiap halte busway. "Nanti, kalau buswaynya lewat, portal akan otomatis turun. Portal tidak akan terangkat-angkat sampai busway lewat lagi dan kalau motor lewat di situ, harus menunggu busway lewat," ucap Akbar.

Sementara itu, seorang pengendara sepeda motor, Casmito, tewas ditabrak truk di Jalan Latumenten, Tambora, Jakbar. Casmito sebelumnya terjatuh setelah menyenggol separator busway, lalu sebuah truk melintas dan melindasnya.

Seperti dilansir Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Rabu (24/10), kejadian naas itu terjadi pada pukul 10.30 WIB. Menurut saksi mata, Ubeyd Badry, Casmito sedang melaju dari arah utara menuju selatan. Tak jauh dari jembatan Tambora, motor plat B 6988 SAP yang dikendarai pria berumur 34 tahun itu menyenggol separator jalur busway. (Yon Parjiyono - Suara Karya)
more

14.8.07

Warga Italia tewas

Wanita Italia Tewas Ditabrak Busway

TEMPO Interaktif, Jakarta: Daria Fusco, 31 tahun, seorang guru berkebangsaan Itali tewas setelah tertabrak busway di jalan Medan Merdeka Barat kemarin sore, Senin (13/8) pukul 16.15 wib. Menurut laporan Traffic Management Center Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya perempuan itu tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Menurut petugas dari Polsek Gambir Aiptu Cahaerudin saat itu korban baru saja turun dari sebuah taxi melalui pintu di sebelah kanan dan hendak menyebrang. Namun pada saat yang bersamaan Busway dengan nomor polisi B 7743 IS sedang melaju ke arah utara.

Lokasi kejadian, menurut Cahaerudin, berada di depan kantor Departemen Pertahanan RI. Pada saat kejadian arus lalu lintas di jalur arteri cukup padat. "Diduga pengemudi bus kurang hati-hati sehingga menabrak penyeberang jalan," lapornya.

Daria yang beralamat di jalan Diponegoro 45 Menteng Jakarta Pusat itu mengalami luka pecah di bagian kepala dan luka robek di kening. Sementara supir busway Euguene Theodore Rosidi, 35 tahun warga Kampung Paragajen desa Cibeureum Rt.01/06 Cisarua Bogor.| Kartika Candra
more

25.7.07

Honda Jazz terpental

Rani Harjanti, Hendra Mujiraharja - Okezone

Kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta kembali terjadi. Kali ini, moda tranportasi yang diluncurkan Pemprov DKI itu kembali menabrak mobil Honda Jazz di Jalan HR Rasuna Sahid atau tepatnya di dekat Halte Busway Latuhalhari, Rabu (25/7/2007) pukul 22.00 WIB.

Kejadian itu berawal ketika arus lalu lintas yang menuju kawasan Menteng dalam keadaan ramai. Tiba-tiba, Honda Jazz dengan nopol B 1649 GM dengan kecepatan tinggi berusaha mendahului bus Transjakarta bernopol B 7443 IX.

Sayang, Honda Jazz berada dalam posisi salah karena berusaha menyerobot di jalur busway. Pada saat bersamaan, kecepatan bus Transjakarta dalam kondisi relatif cepat.

Tanpa ampun, bus Transjakarta tersebut menghantam Honda Jazz berwarna hitam. Akibat benturan keras tersebut, Honda Jazz sempat terpental dan menghantam mobil yang ada di depannya.

Berdasarkan pantauan okezone, ban belakang Honda Jazz pecah. Namun, belum dikatahui apa ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Kecelakaan itu juga menyebabkan kemacetan panjang di rua jalur arah ke Menteng sejauh 1,5 km. Sementara, di belakang bus yang mengalami kecekanaan terdapat empat unit bus lainnya tidak bisa berjalan. Akibatnya, bus Transjakarta koridor VI itu lumpuh total. (fmh)
more

23.7.07

Pria 50 tahun tewas

Tersenggol Transjakarta, Satu Tewas dan Seorang Luka-luka

TEMPO Interaktif, Jakarta: Seorang pria berusia 50 tahun bernama Rahmat tewas tersenggol busway bernomor polisi B 7480 IQ ketika sedang menyeberang jalan di kilometer 12 Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Minggu (22/7) pagi. Rahmat meninggal setelah terpental sejauh 1 meter dan kepalanya membentur aspal.

Kepala Bidang Pengendali Bus Transjakarta, Rene Nunumete, menjelaskan busway pada saat itu sebenarnya sedang melaju dengan kecepatan lambat. Ketika itu di jalur busway, persis di depan bus, juga sedang melaju sebuah mobil pribadi. "Korban sedang berdiri di separator di daerah Sumur Bor. Ia jatuh setelah tersenggol bus," ujar Rene.

Sedangkan dua orang yang bersama Rahmat pada saat itu selamat karena ketika melihat busway dari arah Kalideres, mereka memutuskan berhenti dan menunggu.

Rene mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu hasil penyelidikan kepolisian. "Untuk menentukan apakah itu kelalaian sopir busway atau kelalaian korban," ujarnya.

Sementara sopir busway yang bernama Hendra, menurut Rene, hingga saat ini ditahan oleh Satuan Lalu-Lintas Polres Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan. Kendaraan busway juga diamankan di kantor polisi setempat.

Rene mengatakan pihak pengelola bus Transjakarta sudah mendatangi keluarga korban setelah kejadian. "Kami sudah mengirim petugas ke sana," ujarnya. Pihaknya juga menyerahkan bantuan biaya pemakaman untuk korban. Namun Rene mengatakan tidak mengetahui secara pasti jumlahnya.

Di lokasi bebeda, bus Transjakarta juga menyenggol seorang pelajar hingga mengalami luka-luka. Korban bernama Rohayati, pada Minggu siang sekitar pukul 11.30, itu sedang menyeberang di perlintasan busway di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Menurut petugas piket Traffic Management Center Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Ajun Inspektur Satu Kasno, saat itu Rohayati sedang berjalan dari arah utara ke selatan.

Kasno menjelaskan, Busway bernomor polisi B 7030 IE yang dikemudikan Werry Pineki sedang melaju menuju arah Pasar Minggu. Rohayati yang tinggal di desa Bangun Galih RT 05/01 saat itu menyeberang dengan tiba-tiba dan tersenggol badan bus. Korban lantas dibawa ke Rumah Sakit Setia Mitra, Pancoran, Jakarta Selatan. Belum ada keterangan apakah pengemudi busway ditahan.
more

Satu tewas dan seorang luka-luka

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Seorang pria berusia 50 tahun bernama Rahmat tewas tersenggol busway bernomor polisi B 7480 IQ ketika sedang menyeberang jalan di kilometer 12 Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Minggu (22/7) pagi. Rahmat meninggal setelah terpental sejauh 1 meter dan kepalanya membentur aspal.

Kepala Bidang Pengendali Bus Transjakarta, Rene Nunumete, menjelaskan busway pada saat itu sebenarnya sedang melaju dengan kecepatan lambat. Ketika itu di jalur busway, persis di depan bus, juga sedang melaju sebuah mobil pribadi. "Korban sedang berdiri di separator di daerah Sumur Bor. Ia jatuh setelah tersenggol bus," ujar Rene.

Sedangkan dua orang yang bersama Rahmat pada saat itu selamat karena ketika melihat busway dari arah Kalideres, mereka memutuskan berhenti dan menunggu.

Rene mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu hasil penyelidikan kepolisian. "Untuk menentukan apakah itu kelalaian sopir busway atau kelalaian korban," ujarnya.

Sementara sopir busway yang bernama Hendra, menurut Rene, hingga saat ini ditahan oleh Satuan Lalu-Lintas Polres Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan. Kendaraan busway juga diamankan di kantor polisi setempat.

Rene mengatakan pihak pengelola bus Transjakarta sudah mendatangi keluarga korban setelah kejadian. "Kami sudah mengirim petugas ke sana," ujarnya. Pihaknya juga menyerahkan bantuan biaya pemakaman untuk korban. Namun Rene mengatakan tidak mengetahui secara pasti jumlahnya.

Di lokasi bebeda, bus Transjakarta juga menyenggol seorang pelajar hingga mengalami luka-luka. Korban bernama Rohayati, pada Minggu siang sekitar pukul 11.30, itu sedang menyeberang di perlintasan busway di Ja
lan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Menurut petugas piket Traffic Management Center Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Ajun Inspektur Satu Kasno, saat itu Rohayati sedang berjalan dari arah utara ke selatan.

Kasno menjelaskan, Busway bernomor polisi B 7030 IE yang dikemudikan Werry Pineki sedang melaju menuju arah Pasar Minggu. Rohayati yang tinggal di desa Bangun Galih RT 05/01 saat itu menyeberang dengan tiba-tiba dan tersenggol badan bus. Korban lantas dibawa ke Rumah Sakit Setia Mitra, Pancoran, Jakarta Selatan. Belum ada keterangan apakah pengemudi busway ditahan. [Kartika Candra]
more

20.7.07

Menabrak TL

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Trans Jakarta atau masyarakat lebih mengenalnya dengan Busway kembali terjadi, Busway Koridor 6 dengan trayek Manggarai - Kebun Binatang Ragunan ini mengalami kecelakaan di TL Buncit 38 arah ke Ragunan.

Menurut keterangan petugas yang menangani Busway dengan Nopol B 7450 IX berjalan dari arah Manggarai menuju ke Ragunan, sesampainya di TL Buncit 38 Busway tersebut menabrak TL sampai hancur dan membanting setir sehingga mengenai mobil Hyundai B 8206 ZI.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi jam 16.15 WIB, Jumat (20/07/2007) dan tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian yang diderita hanya berupa materi yaitu kerusakan pada bagian kendaraan. Kecelakaan tersebut sempat membuat situasi arus lalu lintas tersendat.

Kecelakaan tersebut kemudian ditangani oleh petugas Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan.
Sumber TMC (Traffic Management Centre) Dit Lantas PMJ
more

12.6.07

Busway Bukan Kereta Api

Republike Online: Saya sangat sedih dan trenyuh membaca berita beberapa surat kabar yang memberitakan korban-korban tertabrak Busway yang rata-rata meninggal serta luka parah. Memang Busway punya jalur sendiri, tapi dia bukan kereta api yang bisa menjalankan kendaraannya secepat-cepatnya atau seenak-enaknya saja, karena jalur yang dibuat untuk Busway adalah jalur tempat orang-orang dahulu menyeberang dan membawa kendaraan umum.

Saya bukan pengguna Busway, tapi pengguna jalan yang mengimbau semua pihak untuk saling berhati-hati. Juga kepada para pengendara Busway tolong jangan terlalu kencang melarikan kendaraan Anda. Berhati-hatilah memacu kendaraan Anda di tempat-tempat ramai, karena pengguna jalan --terutama pejalan kaki-- waspada ketika menyeberangi jalan yang banyak mobil tapi tidak waspada, tapi kadang lupa pada jalur Busway.

Imam Boerhan
Jl Jelambar Baru III/21
RT 07 RW 010, Jelambar,
Jakarta Barat
more

8.5.07

Pemulung Tewas Dihajar Busway, Supir Hamil 6 Bulan

Penulis: Bagus BT. Saragih
JAKARTA--MIOL: Busway Transjakarta kembali memakan korban. Kali ini korbannya seorang pria tunawisma yang berprofesi sebagai pemulung.

Nyawanya terenggut setelah disambar busway koridor 1 (Blok M - Kota) di Jalan Majapahit, Jakpus, Selasa siang (8/5).

Pria nahas itu bernama Kholik alias Tan Je Lie, 55, pemulung asal Bangka yang tinggalnya berpindah-pindah. Ia tertabrak busway bernomor JET-016 dengan nopol B 7027 IS yang tengah melaju ke arah Blok M.

Supir busway bernama Jamilah Rosdiana, 32, ternyata tengah hamil 6 bulan. "Saya kaget, tiba-tiba pria itu muncul di hadapan saya," akunya kepada wartawan di Satlantas Polres Jakpus, Lapangan Banteng.

Jamilah yang telah berprofesi sebagai pengemudi busway selama 1 tahun itu mengaku mengendarai busway dengan kecepatan normal. "Yang saya ingat sekitar 40 km/jam. Tapi karena terlalu tiba-tiba sudah tidak sempat lagi," katanya sambil terisak-isak.

Tak pelak, saat seluruh penumpang yang saat itu memadati busway berwarna merah itu berteriak histeris. "Korbannya tertabrak di bagian depan-samping. Kepala bagian belakangnya remuk," jelas Kanit Laka Lantas Sat Lantas Polres Jakpus Ajun Komisaris Rahmat Dahlizar.

Usai kejadian, Rosdiana digelandang ke Satlantas Polres Jakpus untuk dimintai keterangan. Busway nahas itu juga diamankan di sana.

Kasus busway menabrak orang hingga tewas ini bukan yang pertama. Sebelumnya, seorang wanita juga tertabrak busway hingga tewas di Jalan Otista, beberapa pekan lalu.

Menanggapi hal itu, Manajer Operasional Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Rene Nunumete mengatakan akan menindak Jamilah.

"Kita memang harus lihat dulu apa memang karena kesalahan dia," katanya. Meski demikian, Jamilah tetap akan diberi surat peringatan.

Keluarga korban sendiri akan mendapat santunan dari pihak BLU Transjakarta. "Kita beri dana santunan kesejahteraan dari Jasa Raharja sebesar Rp10 juta," lanjut Rene.

Terkait dengan kondisi Jamilah yang tengah hamil tua, Rene mengaku telah menyarankan agar Jamilah mengambil cuti saja. "Tapi dia (Jamilah) sendiri yang minta kerja, jadi kita tidak bisa menolak."

Sementara itu, di waktu yang hampir bersamaan, sebuah busway koridor I lainnya juga mengalami kecelakaan. Busway yang dikendarai Hetty itu menabrak sebuah Suzuki Grand Vitara nopol F 234 Z di Jalan MH Thamrin depan Sarinah.

Mobil itu tengah melaju dari arah Semanggi. Namun di persimpangan Kebon Sirih, sekonyong-konyong ia membelok ke kanan menuju Jalan Kebon Sirih meski seharusnya tidak diperkenankan. Tak ayal, busway yang tengah melaju menuju arah Harmoni itu menghajarnya hingga ringsek. (*/OL-03)
more

Kecelakaan busway

Terlibat Kecelakaan, Sopir Transjakarta Diperbolehkan Pulang
Laporan Wartawan Kompas Neli Triana

KOMPAS- Manajer Pengendalian Badan layanan Umum Transjakarta Rene Nunumete mengatakan, dua sopir transjakarta yang terlibat kecelakaan, Selasa (8/5), Jamilah Rosdiana (32) dan Hetty Amirudin (30) tidak ditahan karena hasil sementara penyelidikan polisi penyebab kecelakaan adalah kelalaian korban. Keduanya hanya dikenai wajib lapor dan non aktif bekerja sampai penyelidikan polisi usai.

“Malam ini juga mereka diperbolehkan meninggalkan Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya Unit Kecelakaan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Pusat dan dua bus transjakarta juga sudah kembali ke pangkalan. Untuk sementara, mereka ditetapkan tidak bersalah karena kecelakaan diyakini disebabkan kelalaian korban, yang melintas menyeberang jalan pada saat lampu hijau menyala,” kata Rene Nunumete.

Sepanjang Selasa siang ini, terjadi dua kali kecelakaan yang melibatkan bus transjakarta koridor I jurusan Blok M – Kota. Kecelakaan pertama, antara bus yang disopiri Hetty bernomor polisi B 7016 IS dengan mobil Suzuki Grand Vitara di perempatan Bank Indonesia, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat sekitar pukul 11.30. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kecelakaan ini.

Kecelakaan kedua terjadi sekitar pukul 13.15 di Jalan Majapahit depan Kantor Sekretaris Negara. Bus transjakarta bernomor polisi B 7027 IS yang disopiri Jamilah dari arah Blok M melindas Tek Je Lie (66) alias Kholik warga Tanjung Selor, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Kompas, sejak 2005 hingga 2007, sudah 12 kali terjadi kasus kecelakaan yang melibatkan bus transjakarta. Kecelakaan terjadi, antara lain, pada 25 Oktober 2005, lalu 26 Desember 2005, 29 April 2006, dan 8 Juni 2006. Sedikitnya dua orang tewas dalam empat kecelakaan tersebut.

Pada tahun 2007, terjadi delapan kali kecelakaan transjakarta, yaitu :

  • 19 Februari 2007, sebuah sepeda motor ditabrak transjakarta di Perempatan Pramuka, Jakarta Pusat. Pengendara sepeda motor tewas
  • 4 Maret 2007, bus transjakarta B 7449 ZX menabrak pohon besar di Jalan Majapahit, sedikitnya empat orang penumpang luka-luka
  • Selama Maret 2007, juga terjadi kecelakaan transjakarta yang mengakibatkan dua pejalan kaki di Jakarta Timur, yaitu di Jalan Otista Raya dan Jalan Jatinegara Barat tewas terlintas.
  • 17 April 2007, Asman H Manulang (51), warga Jalan Malaka, Munjul, Cipayung, Jakarta Timur retak dua tulang rusuk kirinya akibat terjepit di celah antara areal menunggu dan badan bus Transjakarta di Terminal Bus Kampung Melayu, Jakarta Timur.
  • 2 Mei 2007, empat orang mekanik transjakarta menjadi korban meledaknya tabung gas transbatavia di stasiun pengisian bahan bakar gas khusus untuk bus transbatavia di Jalan Perintis Kemerdekaan RT 01 RW 15, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur.
  • 8 Mei 2007, terjadi dua kecelakaan, yang mengakibatkan mobil Suzuki Grand Vitara ringsek dan seorang pejalan kaki tewas.
more

29.3.07

Lagi, Busway Tabrak Penyeberang Jalan

Kecelakaan terjadi di Jl Daan Mogot kilometer 14.

Republika Online: JAKARTA-- Lagi, armada busway menabrak penyeberang jalan di Jl Daan Mogot, Jakarta Barat. Peristiwa ini menimpa Nung (18 tahun), Selasa (28/3). Akibatnya, Nung mengalami cidera kaki dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Tarakan, Jakarta Pusat.

Kasatlantas Polres Jakarta Barat, Kompol Soenarko, mengatakan kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 07.40 WIB. "Nung menyeberang bersama dua kawannya. Temannya sudah sampai ke seberang, Nung tertinggal di jalur busway. Kaki kanannya tertabrak busway," ujar Soenarko.

Busway yang menabrak Nung dikemudikan oleh Elvira Sari Rahnadi (36). Perempuan yang pernah pula menjadi sopir angkutan kota rute Jombang-Ciledug ini, tampak gusar seusai kecelakaan itu. Saat dijumpai di Samsat (Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap) Polres Jakarta Barat di Jl Daan Mogot, Elvira mengatakan korban tak mengindahkan klakson yang telah dibunyikannya.

Kecelakaan terjadi di Jl Daan Mogot kilometer 14. "Di depan Masjid An Nur, Rawa Buaya Cengkareng," ujar Soenarko. Nung tertabrak di lajur busway arah Cengkareng menuju Grogol atau lajur busway di sisi Barat.

Nung, warga Jl Jaya II Menceng, Cengkareng Barat, merupakan korban keempat dari tiga kecelakaan di Jl Daan Mogot, dalam empat puluh hari terakhir. Kecelakaan sebelumnya terjadi pada 24 Februari dan 15 Maret lalu.

Humas PT Transjakarta selaku operator busway, Ajar Aedi, mengatakan pihaknya akan membantu biaya pengobatan korban. Dia mengatakan bahwa busway berjalan di jalurnya. Dia menambahkan, selain mengakui bahwa ruas jalan itu rawan kecelakaan, Transjakarta selalu mengingatkan pramudi untuk membunyikan klakson dan meningkatkan kehati-hatian di daerah rawan kecelakaan. Antisipasi lain adalah dengan memasang spanduk sosialiasi yang mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Dalam pantauan Republika, jalur busway koridor III yang melintasi Jl Daan Mogot, Jakarta Barat, memang rawan kecelakaan. Jarak antara satu JPO dengan JPO lainnya terlalu jauh. Demikian pula celah untuk perputaran jalan alias U turn. Akibatnya, banyak penyeberang jalan tak menyeberang di JPO yang ada. Mereka memilih menyeberang di sembarang tempat dengan meningkatkan resiko terjadi kecelakaan.

Penambahan JPO seiring beroperasinya busway hanya ada di lokasi halte busway. Itupun, di halte Rawa Buaya, tak tersedia JPO. Seorang warga setempat, Agus, mengatakan "Sekalian saja dipasang pagar, biar orang tidak menyeberang sembarangan. Jembatan penyeberangan terlalu jauh, sehingga orang malas ke sana."

Ketua Umum Masyarakat Tranportasi Indonesia (MTI), Bambang Susantono, mengatakan ketika terjadi kecelakaan yang melibatkan busway, kesalahan tak bisa ditimpakan pada busway. Sebagai bus rapid transit (BRT) alias angkutan massal yang berbasis jalan, busway sudah seharusnya mendapat prioritas.

Bambang menyoroti, permasalahannya terletak pada saat busway dioperasikan, seharusnya terintegrasi dengan moda transportasi yang lain. "Harusnya planning busway terintegrasi dengan moda transportasi lain," ujarnya.

Menurutnya, khusus lajur Jl Daan Mogot, harus diakui kurangnya fasilitas pendukung operasional busway - termasuk minimnya JPO. Permasalahan busway dan fasilitasnya, ujar Bambang, harus dikatakan Pemprov DKI Jakarta cukup kedodoran. Dia mencontohkan pembangunan Harmony Central Busway (HCB) yang tak kunjung usai sebagai salah satu bentuk kedodoran itu.

Mengenai usulan pemasangan pagar, Bambang menilai itu tak efektif selama jumlah JPO tak ditambah. "Ada maximal distance yang harus dipertimbangkan dalam pembangunan JPO.

Fakta Angka
4 orang
Korban kecelakaan ditabrak busway
more

6.3.07

Sopir Busway Dikenakan Tindak Pidana Ringan

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sopir bus Transjakarta, Jojo Sunaryo yang menabrak pohon dan mengakibatkan empat penumpangnya cedera dikenai tindak pidana ringan. Ancaman hukumannya maksimal tiga bulan penjara.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum, Ajun Komisaris Besar Polisi Tomex Kurniawan mengatakan Sopir busway itu dikenakan Undang-undang nomor 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Meski demikian, baik sopir maupun bus dengan nomor polisi B 7449 ZX tidak ditahan. "Yang kami tahan hanya surat-surat kendaraan," kata Tomex.

Seperti diwartakan sebelumnya, bus Transjakarta yang dikemudikan Jojo menabrak pohon di Jalan Majapahit Jakarta Pusat, tepatnya di depan kantor Sekretariat Negara, pada Minggu (4/3) lalu, pukul 15.00 WIB. Ketika bus yang melaju dari Harmoni menuju Pulo Gadung, kondisi cuaca sedang turun hujan dan jalanan licin.

Indriani Dyah S
more

5.3.07

Penumpang Busway Meninggal Dunia

TEMPO Interaktif, Jakarta: Seorang penumpang bus Transjakarta meninggal dunia di tangga halte busway Terminal Blok M, Jakarta Selatan, siang tadi.

Dari Kartu Tanda Penduduknya diketahui pria yang mengenakan kaos berkerah abu-abu dan celana pendek itu bernama Asman, warga Jalan Citra 3 Blok B5/22 RT 09/11 Kelurahan Pengadungan, Kalideres, Jakarta Barat.

Asman semula diketahui jatuh pingsan pada pukul 11.45 WIB oleh tiga petugas kebersihan, Budyanto, Mulyon, dan Muntarto. Mereka lalu melaporkan kejadian itu ke posko keamanan Mal Blok M.

Kepala Siaga Posko Keamanan Mal Blok M, Aji Susanto, menuturkan mereka langsung membawa korban ke kantor posko keamanan. Tapi setibanya di posko, Asman sudah meninggal dunia.

Di saku Asman, petugas menemukan buku telepon, uang tunai senilai Rp 49 ribu, dan sebotol minyak angin.

Aji lalu menghubungi beberapa nomor kontak di buku itu dan berhasil menghubungi seorang pria bernama Agus. Asman rupanya sudah berjanji bertemu dengan Agus di Pasaraya Grande. Agus pun menghubungi keluarga korban, sedangkan mayat Asman dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

MARLINA MARIANNA SIAHAAN
more