6.7.07

40 menit menunggu

w32nimda dari suaratransjakarta :

Slamet malem para pembaca...
saya cuma mau uneg2 niih...

Sejak jalan di depan halte senen menuju atrium di cor.. kok busway jadi makin tersendat yaa...
Saya biasanya nunggu di halte juanda paling lama sekitar 30 menit..
Tapi sejak jalan di lampu merah halte senen menuju atrium di cor...
Wueleh2...
Bisa sampai 40 menit...
Bahkan tadi para penumpang yang menunggu diluar halte sampai menumpuk..
Kapan ya selesai di cor...
Soalnya saya liat, tiap busway mau pindah jalur, selalu terhambat kendaraan umum dan sialnya kena lampu merah..
Jadi bisa dibilang tiap 2 bus kena lampu merah...
Ini mungkin masalah yang tidah mudah..
Tapi sangat merugikan para penumpang.. Bahkan beberapa hari lalu ada ibu2 yang pingsan karena menunggu...

Mudah2an uneg2 saya ada yang dengerin dehh.. more

Sistem Busway Masih Perlu Diperbaiki

Republika Online: Sejumlah aktivis, pengamat menilai, perlu perbaikan mekanisme institusional dan operasional untuk mengoptimalkan busway. Angkutan massal ini bisa mengurangi masalah kemacetan di Ibu Kota jika dilakukan perbaikan sistem dan dilindungi payung hukum dalam pelaksanaannya.

"Secara institusional, harus ada kewenangan dan tanggung jawab yang jelas di antara stake holder serta memiliki sistem manajemen standar seperti SOP (standard operating procedure)," ujar Andi Rahmah dari Yayasan Pelangi.

Andi dan sejumlah aktivis lainnya berbicara dalam diskusi mengenai peran busway dalam mengatasi kemacetan Jakarta, yang diselenggarakan Yayasan Pelangi Indonesia di Museum Fatahillah, Jakarta Barat, pada Kamis (5/7).

Secara operasional, sistem angkutan massal sebagai jalur utama harus terintegrasi dengan sistem pengumpan (feeder) terdiri dari jaringan angkutan umum lain, pejalan kaki, maupun pengendara kendaraan pribadi. "Selama ini tak ada sinkronisasi antara busway dengan angkutan umum reguler," kata Rahmah.

Untuk itu, Rahmah mengusulkan perlu dilakukan restrukturisasi rute angkutan umum reguler. "Itu untuk memastikan efisiensi dan efektifitas pengoperasian sistem angkutan umum ini sebagai feeder Busway," kata Rahmah. Selain itu, akses bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda perlu diperhatikan keamanan dan kenyamanannya.

Mengenai masalah kemacetan yang disebabkan volume kendaraan yang terus meningkat, Rahmah menyarankan pemerintah segera menetapkan kebijakan pengendalian kepemilikan kendaraan pribadi. "Yaitu dengan mekanisme kepemilikan lahan untuk memastikan kendaraan pribadi tidak diparkir di badan jalan," jelas Rahmah. "Juga menerapkan skema pungutan penggunaan jalan sebagaimana telah direncanakan dalam pola transportasi makro DKI Jakarta."

Nilai kerugian kemacetan di Jakarta, menurut Andi Rahmah, peneliti dari Yayasan Pelangi Indonesia, diperkirakan sebesar 12,8 triliun pada tahun 2003 dan meningkat menjadi 43 triliun pada tahun 2007. "Ini merupakan kombinasi dari kerugian akibat pemborosan bahan bakar, kehilangan waktu produktif dan biaya kesehatan akibat pencemaran udara," jelas Rahmah. Menurut staf pengajar Teknik Planologi Trisakti, Yayat Supriatna, masalah transportasi terutama kemacetan terjadi karena inkonsistensi antara land-use plan (tata guna lahan) dan transport plan (perencanaan transportasi). "Pengembangan land-use lebih pesat dari pengembangan jaringan transportasi," kata Yayat. "Itu karena penentuan penggunaan lahan kota merupakan suatu proses pasar, sehingga penggunaan lahan merupakan hasil persaingan ekonomi di antara berbagai alternatif penggunaan," lanjutnya.

Untuk mengatasi permasalahan transportasi terutama kemacetan, lanjut Yayat, perlu pemikiran ulang mengenai arah kebijakan mendatang. "Apakah land use plan atau plan yang akan jadi lokomotif," jelasnya. Lebih lanjut ia menyarankan prioritas pengembangan sistem angkutan umum baik secara sistem maupun fisik. Busway yang ada saat ini hanya berupa jalur dan bukan sistem terpadu untuk memecahkan masalah kemacetan.

Bubung Burhana, Presiden Direktur PT Jakarta Express Trans (PT JET), sepakat melakukan pembenahan pengoperasian busway. ''Termasuk di dalamnya pengadaan bus untuk memenuhi rasio kebutuhan armada di beberapa koridor tersebut yang akan terpenuhi dalam bulan ini,'' ujarnya. Menurut Bubung pelayanan angkutan umum yang menjadi salah satu bagian dari Pola Transportasi Makro (PTM) Jakarta ini, benar-benar pelayanan dengan standar kelas dunia. ''Pelayanan standar dunia itu jelas mengacu pada pengoperasian bus yang berjadual dan tepat waktu.''

Senada juga diungkapan Aziz Riesmaya Mahfud, Direktur Utama PT Trans Batavia (PT TB) sebagai pengelola koridor II dan III. Pihaknya terus berupaya melakukan sejumlah pembenahan. Selain mempersiapkan pramudi yang handal, penambahan armada juga soal pool kendaraan dan pusat perbengkelan pun menjadi perhatian utama.
( c51/ruz )
more

5.7.07

Implementasi Muspida 7


Agriadi Yulianto dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Tadi pagi sktr jam 8an di sekitar pasar rumput (dr arah pulogadung),
mobil2 dan pastinya motor2 masih berseliweran di jalur busway, dan ga
ada polisi satupun.
Mirisnya lagi yg lewat jalur busway BMW 318i keluaran 2003, Honda
Accord VTiL keluaran 2003, Opel Blazer LT keluaran 2005,paling
belakang Kijang LGX 'plat aneh'. hiks hiks....
agriadi more

Implementasi Muspida 6


b2150st dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Tadi teman saya cerita, dia lewat Tomang Raya pas waktu Maghrib. Jam segitu di Tomang Raya macetnya selalu parah banget, ga bergerak. Tadi juga ga bergerak dan untuk sampai ke Taman Anggrek butuh waktu sejam.
Tapi yang membuat saya terkagum dari ceritanya dia adalah jalur busway mulai dari jalan Suryopranoto hingga Tomang Raya, ga ada satupun mobil pribadi yang masuk. Jalur busway steril. Padahal jalanan macet banget loh. Jalanan reguler ga bergerak sama sekali. Transjakartapun melaju dengan kencangnya bebas hambatan...whusssss.....
Semoga jalur busway yang steril dapat terus dipertahankan sepanjang masa. Amin.. more

Laporan situasi


Looking Destiny dari suaratransjakarta melaporkan:

Selama perbaikan jalur, jalannya Tije memang sangat terhambat. Di beberapa halte manuvernya susah sekali. Pernah saya liat di halte RSPAD, busnya ampe mundur, karena pintu bus ga pas ma pintu halte. Ini tentu makan waktu yang tidak sebentar.

Belom lagi perbaikan jalur di jalan Veteran, depan Istana Negara, lamanya minta ampun, dan macet banget. Banyak yang tersendat disitu sebelum masuk di HCB.

Tapi, ada kabar baik untuk hari ini. Katanya seluruh jalur udah mulai steril. Teman saya tadi cerita, di Tomang Raya yang biasanya parah karena mobil masuk di jalur busway, tadi ga ada satu mobil pribadipun yang masuk, walaupun Tomang Raya sangat macet dan tidak bergerak. Semoga ini bisa tetap dijaga. more

Implementasi Muspida 5


Ridwan Fauzi Rakhman dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Wuih.. kalo tertahan di Tomang Raya gara-gara mesti ngantri dengan kendaraan pribadi sangat menyebalkan sekali. Abis ngantri lama, ditambah aroma kali yang bau plus pul pres bodi di dalam busway alias penuh banged. Klimaksnya macet di Tomang Raya. Ditambah lagi ngeliat tontonan kendaraan pribadi yang nyerobot jalur busway ternyata hanya diisi satu-dua orang. Hiks.. dimana hati nurani orang -orang yang bikin jalur busway 'diperkosa' rame-rame.
Salam,
[ridwan]
more

Implementasi Muspida 4



duwi suprihatin dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Pak Ariyanto,
Kondisi di koridor 3, kemarin sore semakin parah.Pulang kantor kemarin saya jam 18.10 sudah masuk Elang Kuning sekitar pukul 18.45 saya masih tertahan di Biak disebabkan jalur tersebut dipenuhi mobil pribadi.
Setelah lampu merah Biak kita dikasih kesempatan untuk lewat jalur arus balik sampai lampu merah Cideng. Tetapi di jalur Tomang Raya kita juga harus antre dengan mobil pribadi. Alhasil Elang Kuning baru tiba di Xderes sekitar pukul 19.30, padahal biasanya perjalanan Xderes - Harmoni paling lama 1 jam.
Situasi di Daan Mogot pagi ini juga tak berubah, jalur busway masih dipenuhi motor yang menyemut.

Regards,
Duwi more