5.7.07

Koridor 4


xunarto rusli dari suaratransjakarta:

Kemaren sore, saya dari naik Koridor 4 dari Halte Pasar Pulogadung
sampai ke Dukuh Atas 2. Dan lagi lagi di depan Landmark, terdapat
2 bis Transjakarta yang ngetem di jalur busway (padahal penumpang menumpuk
di halte), sehingga bis yang saya tumpangi tidak bisa melintasi jalur tersebut dan harus
melewati jalur reguler yang pada saat itu macet sekali.

Yang lebih membuat saya dongkol, setelah bis yang saya tumpangi ini hendak
berbelok kiri ke arah halte, kedua bis Transjakarta yang ngetem di jalur
busway itu jalan, dan ikut berbelok ke arah halte. !!!@$#@*&#^&*^#@ more

Penyerobotan Busway Masih Terjadi

jakarta, kompas - Meski sudah ada kesepakatan mengamankan jalur khusus transjakarta dari penyerobotan kendaraan lain, tetapi Rabu (4/7) mobil pribadi, angkutan umum, dan pengendara sepeda motor masih tampak memadati busway.

Di beberapa ruas jalan, anggota polisi juga masih mengarahkan kendaraan menggunakan jalur transjakarta demi mengurangi kemacetan.

Pantauan Kompas, Rabu, penyerobotan terjadi di sekitar Tugu Tani, baik menuju Kwitang maupun Gambir. Di jalur Kwitang, tengah hari kemarin amat padat. Kendaraan roda empat, bajaj, sepeda motor, dan taksi tanpa segan melaju di jalur transjakarta meski di bundaran Tugu Tani polisi lalu lintas lengkap dengan sepeda motor patrolinya sedang berjaga. [source]

Keadaan serupa terjadi di jalur menuju Pulo Gadung. Pengemudi kendaraan lain tidak bersedia menyisakan tempat bagi transjakarta saat melaju di terowongan Senen.

Di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, jalur transjakarta juga masih dilewati kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi itu masuk dari pertigaan di depan RS Sint Carolus dan keluar di dekat perempatan Pramuka.

Sementara Otista Raya, tepatnya di dekat Terminal Kampung Melayu, sekitar pukul 14.30 seorang polisi juga mempersilakan kendaraan pribadi masuk ke jalur bus khusus itu. Padahal saat itu Jalan Otista Raya dalam keadaan kosong.

Jalur bus Transjakarta di Jalan Jenderal S Parman, Jakarta Barat hingga Rabu (4/7) juga masih diserobot pengguna mobil dan motor pribadi. Para pengendara motor semakin leluasa memasuki jalur bus khusus itu. Separator hancur di sejumlah titik sehingga memudahkan motor keluar masuk jalur khusus Bus Transjakarta itu.

Rima, pengguna Bus Transjakarta di Manggarai, Jakarta Selatan mengatakan, penyerobotan jalur Transjakarta seharusnya dapat diminimalisasi jika frekuensi kedatangan bus menjadi lebih sering. Pengendara kendaraan pribadi akan takut memasuki jalur itu jika banyak bus yang melintas, seperti di koridor Blok M-Kota.

Menurut Sekretaris Daerah DKI Jakarta Ritola Tasmaya, pemerintah sebenarnya menginginkan penambahan frekuensi layanan bus Transjakarta hingga tiga sampai lima menit sekali, untuk menekan penyerobotan jalur oleh kendaraan pribadi. Namun, penambahan frekuensi itu memiliki konsekuensi penambahan subsidi pemerintah atau peningkatan harga tiket.

"Pemerintah hanya perlu memperbaiki layanan transjakarta sebagai bus angkutan umum massal cepat. Pertama, armada bus diperbanyak sehingga kekerapan frekuensi pelayanan penjemputan penumpang di tiap halte mencapai target, yaitu 3 - 5 menit sekali," kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Bambang Susantono.

Menurut Bambang, saat ini didukung pengusaha transportasi se-Jabodetabek, pemerintah hanya perlu lebih mengaktifkan interkoneksi antara transjakarta dengan feeder busway dan kereta api.

Dengan demikian kebutuhan masyarakat akan alat transportasi massal untuk saat ini dapat dipenuhi sehingga menjadi pilihan masyarakat daripada menggunakan kendaraan pribadi dan terjebak kemacetan. (nel/eca/arn/ong)
more

4.7.07

Implementasi Muspida 3


david chyn dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Benar, ternyata Pulogadung ke TUGas itu jauh sekali.
Pagi tadi TiJe yang saya tumpangi memerlukan waktu hampir 20 menit untuk keluar dari terminal Pulogadung dan 30 menit untuk mencapai TUGas. Hanya seorang petugas dengan seragam Dishub yang mengatur kekusutan di jalur keluar terminal Pulogadung dan tidak ada seorang polantaspun di mulut terminal.
Ada juga empat atau lima orang petugas Dishub yang berdiri-diri di pertigaan pasar Pulogadung sambil memegang HT, tetapi tidak melakukan sesuatupun terhadap mikrolet dan bus ynag berhenti dan menaikkan penumpang di jalur busway.
Pada sekitar jam 18.00an, Tampak banyak polantas di sekitar Tugu Tani, dan persilangan jl. Kwitang-Kwini. tapi mereka tidak bereaksi atas penyerobotan yang dilakukan di jalur busway.
Waktu tempuh Pulogadung ke TUGas pagi ini sangat lama, tetapi tampaknya lebih lama lagi waktu tempuh keputusan dari pertemuan Muspida di Merdeka Selatan kemarin ke jalanan/jalur busway.
Salam (dc) more

Implementasi Muspida

arianto.nugroho dari suaratransjakarta:

Hallo2 ..
Setelah kemaren ada muspida dan hasilnya adalah kesepakatan untuk
men-sterilkan jalur busway, gimana implementasinya ?? gimana
pengalaman rekan-rekan pagi ini ??
saya sendiri di koridor 6, masih ada motor masuk .. di ruas mampang
prapatan sebelum lampu merah gatsu, dari arah kuningan ke ragunan
masih ada mobil yg masuk, di jalur saya sendiri kurang tahu, karena
posisi saya yg ditengah-tengah jadi gak bisa liat depan maupun belakang .. more

Implementasi Muspida 2


yanto tri dari suaratransjakarta :
menanggapi pertanyaan arianto.nugroho tentang penerapan kesepakatan Muspida tentang sterilisasi busway dari kendaraan lain:

Halo pak Arianto,
kalo saya di koridor 4 seperti biasa tuh, ga ada yang berubah..
Dari perempatan Matraman (turunan flyover) sampai belok jalan Tambak tetap aja saingan dengan mobil motor..(walaupun pendek, tapi kan tetep ada tuh tanda dilarang masuk di atasnya..), juga jalur sebaliknya dari Tambak mau belok ke arah Matraman, klo yang ini motor yang menyemut.
Dari pertigaan menjelang Pasar Rumput, seperti biasa juga, motor yang ga mau kena macet masuk ke jalur busway dg leluasa..
Tapi entah kenapa hari ini ketemu petugas2 DisHub, tapi bukan di jalur busway...=)
memang kesepakatan siy, tp klo ga diimplementasikan, ya sama aja...=(
tri. more

Roro Rahmawati Jatuh Cinta pada Busway

Republika Online: Inspirasi membuat lagu bisa datang darimana saja. Itulah yang dialami oleh penyanyi dan sekaligus pencipta lagu, Roro Rahmawati. Ketika terjebak dalam kemacetan lalu-lintas, ia melihat bus Transjakarta meluncur dengan kencang, dan saat itu juga idenya pun muncul untuk membuat tembang tentang busway.

"Maka jadilah lagu berjudul Busway," kata Roro. Merasa bahwa lagu tersebut bisa dijual, artis ini lalu menghubungi arranger-nya di Badung. "Saya bilang, saya sudah punya lirik lagu tentang busway. Tolong buatkan saya musiknya. Pokoknya musiknya yang rame, ada dangdut, disko, R&B, plus rap-nya," jelasnya. Setelah digarap, maka jadilah tembang busway yang juga dijadikan andalan dalam albumnya yang ketiga ini, bertajuk Busway.

Proses penggarapan album ini, menurut wanita ini, dimulai pada Oktober dan rampung Desember 2006. Ia sama sekali tidak menyangka kalau albumnya ini mendapat respons dari publik, termasuk dari Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. "Bang Yos (sapaan akrab Sutiyoso) memberikan dukungan penuh atas album saya ini," tambahnya.

Buktinya, lanjutnya, ia dan tim musisi diterima secara khusus oleh gubernur awal Februari 2007. "Dia sempat bilang mengapa tidak sekalian saja dibikinkan sinetronnya, toh lagunya sudah ada?," ujar Roro meniru usulan Bang Yos. Secara umum lagu-lagu dalam album Busway ini menyajikan tema cinta, termasuk kecintaan kapada busway.
(ruz )
more

1.7.07

Organda: Sutiyoso Dinobatkan Sebagai Bapak Pembaruan Transportasi

Pengoperasian busway patut ditiru daerah lain.

Republika Online: JAKARTA -- Peringatan HUT Organda ke-45 ditandai dengan penobatan Sutiyoso sebagai Bapak Pembaruan Transportasi. Organda menilai, Gubernur DKI Jakarta ini telah mampu secara revolusioner mengatasi masalah transportasi di Ibu Kota melalui konsep Pola Transportasi Makro (TPM).

Pola TPM yang di antaranya melahirkan busway terbukti telah banyak mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan massal. Penganugerahan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal di Gedung Dwi Warna Purwa Lemhannas Jl Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Sabtu (30/6).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organda U.T Murphy Hutagalung menyatakan, pemberian penghargaan kepada Gubernur Sutiyoso sudah melalui pengkajian dari berbagai aspek oleh tim khusus Organda. "Keputusan penganugerahan itu berdasarkan rapat pleno Organda pada bulan Mei 2007."

Mengutip situs resmi Pemprov DKI Jakarta, Murphy menjelaskan, terobosan Sutiyoso di bidang transportasi dengan meluncurkan busway patut ditiru daerah lain. Demikian pula pengoperasian angkutan air (waterway) merupakan langkah jitu meminimalisir kemacetan di Jakarta. Senada dengan Hutagalung, Ketua DPD Organda DKI Jakarta, Herry Rotty menilai penghargaan kepada Sutiyoso sangat pantas.

Pada kesempatan tersebut Sutiyoso mengaku dirinya tersanjung dengan pemberian penghargaan itu. Karena bila dibandingkan dengan para pengusaha yang menerima piagam penghargaan, upaya yang dilakukan belum maksimal dalam menangani transportasi secara menyeluruh. "Apa yang saya lakukan dalam pembangunan transportasi di Ibu Kota belum berarti apa-apa, serta belum mampu memenuhi seluruh keinginan dan aspirasi masyarakat yang mendambakan pelayanan angkutan umum yang memadai."

Ancam Mogok Massal
Masih berbelitnya regulasi di bidang transportasi serta tingginya pungutan liar (pungli) masih menjadi kendala yang dirasakan Organda. Menurut ''Pungli yang kami alami baik secara liar maupun resmi yang mencapai 30 persen dari cost kami,'' ungkapnya.

Menurutnya aksi pungli itu tak cuma dilakukan preman pada angkutan darat di seluruh Indonesia, melainkan pula oleh oknum petugas dengan nilai Rp 18 triliun per tahunnya. ''Anda akan lebih tercengang lagi bahwa ternyata pungli resmi yang dilakukan pemerintah melalui perda-perda dan peraturan lainnya mencapai besaran 40 triliun rupiah per tahunnya.''

Contohnya, kata Murphy, registrasi KIR di DKI Jakarta yang seharusnya hanya Rp 65 ribu, namun praktik di lapangan bisa mencapai Rp 350 ribu. ''Juga misalnya saat ini kalau kita punya 100 bus, kita harus punya 100 izin usaha dan 100 izin trayek. Padahal badan usahanya cuma satu. Peraturan seperti ini kan lucu dan aneh,'' ungkap Murphy.

Atas kondisi itu pihaknya mengancam melakukan aksi mogok massal. Upaya ini terpaksa dilakukan, karena selama ini pemerintah serta DPR tidak pernah mengindahkan apa yang menjadi permasalahan di angkutan umum. ''Kami telah berupaya baik ke pemerintah dan DPR, juga menemui langsung Menhub bahkan Wapres. Namun semuanya tidak ada tanggapan sama sekali.''

Menurut Murphy, saat ini Organda menaungi 1,5 juta pengusaha angkutan umum darat se-Indonesia yang melibatkan 16 juta pekerja dengan 9 juta kendaraan. Ditanya kapan aksi mogok massal digelar, Murphy menyatakan bahwa waktunya belum ditentukan. ''Yang jelas ini sudah kesepakatan (hasil Mukernas Organda di Banten-red), tinggal waktunya saja. Bisa saja stop operasi ini hanya setengah hari, sehari, dua hari atau lebih,'' ungkapnya. n osa/man

Fakta Angka

Rp 18 Triliun
Besaran pungli yang terjadi pada angkutan darat di seluruh Indonesia tiap tahunnya.
more