30.7.07

Referendum untuk 2015

Setujukah anda (YA atau TIDAK) dengan tujuan untuk membangun kota berkualitas lingkungan berkelanjutan; udara lebih bersih, kemacetan jauh berkurang, dan kualitas hidup yang lebih baik : mulai 1 Januari 2015 — diterapkan larangan menggunakan semua jenis kendaraan pribadi pada hari kerja, antara jam 06:00-09:00 dan 16:30-18:30.

Terkecuali: Kendaraan umum, kendaraan untuk penyandang cacat, ambulan, pemadam kebakaran, bus sekolah, bus pegawai, patroli lalulintas, mobil derek, iring-iringan presiden, kendaraan polisi dan militer, mobil diplomatik, iring-iringan jenazah.

YA | TIDAK | ABSTAIN

Referendum ini bukan untuk warga Jakarta lho. Tapi untuk warga Bogota pada Oktober 2000, sebelum TransMilenio diluncurkan sebulan kemudian. Dari 1,5 juta kertas suara, 520ribu menyatakan setuju, 340ribu menolak. Sisanya abstain atau tidak dicoblos.

Inilah perbedaan mendasar antara TransMilenio dengan TransJakarta/TransBatavia.
Bogota melaksanakannya berdasarkan kesepakatan warga, dan dalam kerangka jangka 15 tahun ke depan yang sudah disosialisasikan.
TransMilenio adalah bagian dari rancangan Pico y Placa 2015 di atas. Ia juga bagian dari program pengembangan kota yang berazaskan: Mengutamakan si Miskin, Ruang Publik, dan Transportasi, yang memang jauh lebih demokratis.

Saat pergantian walikota pada 1998, ada terkumpul 7 juta dollar pendapatan pajak. Para ahli dari Jepang mengusulkan membangun underpass dan fly over dalam sesi konsultasi mengatasi kemacetan. Namun sang walikota justru terinspirasi menggunakan dana itu untuk program yang mengutamakan warga miskin. Bagaimana sepak terjang yang mengutamakan si miskin bisa dibaca di sini.

No comments: